BOJONEGORO – Memasuki masa pancaroba dan awal musim penghujan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Perubahan cuaca yang tidak menentu berpotensi memicu berbagai kondisi berbahaya, mulai dari hujan deras hingga angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan warga.
Beberapa potensi cuaca yang perlu diwaspadai antara lain, hujan deras disertai angin kencang, hujan lebat yang dibarengi petir, hujan es, angin kencang hingga angin puting beliung, waterspout atau puting beliung di kawasan perairan seperti waduk dan embung.
Kondisi tersebut umumnya terjadi secara tiba-tiba, terutama pada siang hingga sore hari saat awan konvektif berkembang cepat.
Masyarakat dihimbau untuk tidak panik, namun tetap waspada dan mengambil langkah antisipasi demi keselamatan.
Jika sedang berkendara, baik menggunakan mobil maupun sepeda motor, segera menepi dan cari tempat berlindung yang aman.
Pastikan lokasi berteduh jauh dari potensi bahaya seperti pohon besar, baliho, tiang reklame, maupun bangunan semi permanen yang rawan roboh saat diterpa angin kencang.
Hindari berteduh di bawah pohon karena berisiko tumbang atau tersambar petir.
Demikian pula dengan baliho atau struktur ringan yang bisa ambruk saat diterjang angin kencang.
Cuaca ekstrem saat pancaroba sering kali datang tanpa tanda yang jelas.
Oleh karena itu, masyarakat diminta rutin memantau informasi cuaca dan selalu berhati-hati dalam beraktivitas, terutama di luar ruangan dan kawasan perairan.
Apabila terjadi kondisi darurat atau membutuhkan bantuan, masyarakat dapat menghubungi WA Center BPBD di nomor 0811 3356 4444.
Keselamatan adalah prioritas. Tetap siaga, kurangi risiko, dan lindungi diri serta keluarga dari ancaman cuaca ekstrem. (aj)

























