Beranda Infotaiment Lampu Ikonik Terangi Kecamatan di Bojonegoro, Efeknya Tak Terduga

Lampu Ikonik Terangi Kecamatan di Bojonegoro, Efeknya Tak Terduga

IMG 20260226 WA0001

BOJONEGORO – Suasana malam di berbagai kecamatan di Kabupaten Bojonegoro kini tak lagi biasa.

Deretan lampu hias ikonik yang berdiri megah di depan kantor kecamatan bukan hanya mempercantik wajah wilayah, tetapi juga memantik geliat ekonomi baru di sekitarnya.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menghadirkan desain lampu dengan tiga identitas khas daerah yaitu, Kayangan Api, Obor Sewu, dan Daun Jati.

Ketiganya dipilih sebagai simbol budaya dan kekuatan lokal yang selama ini melekat pada Bojonegoro.

Dampak paling terasa terlihat di Kecamatan Kedewan. Sejak lampu tematik tersebut terpasang, kawasan ini menjelma menjadi magnet aktivitas warga Bojonegoro pada malam hari.

Ruang publik yang sebelumnya cenderung sepi kini ramai dikunjungi masyarakat Bojonegoro.

Kegiatan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night mulai rutin digelar. Saat Ramadan, suasana semakin hidup.

Area sekitar kantor kecamatan berubah menjadi sentra dadakan bagi pedagang takjil dan pelaku UMKM lokal. Perputaran ekonomi pun meningkat signifikan.

Fenomena serupa juga mulai tampak di Kecamatan Sumberrejo, di mana ruang publik yang terang dan tertata memicu interaksi sosial sekaligus transaksi ekonomi.

Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum (PJU), Sarana dan Prasarana Dinas PKP Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Sarifuddin, menjelaskan bahwa lampu tersebut dirancang bukan hanya untuk estetika, tetapi juga memiliki fungsi ganda.

Bagian atas menggunakan LED 90 watt untuk menerangi badan jalan utama, sementara bagian belakang dilengkapi lampu 40 watt yang difokuskan pada area pedestrian demi kenyamanan pejalan kaki.

Sistem operasionalnya pun modern dan efisien. Lampu bekerja menggunakan timer serta sensor foto cell yang otomatis menyala saat cahaya matahari mulai redup.

Dengan begitu, penerangan tetap optimal tanpa pemborosan energi.

Program ini belum berhenti. Pemkab Bojonegoro berencana memperluas pemasangan lampu ikonik ke sejumlah titik strategis, terutama menjelang arus mudik Ramadan dan Idul Fitri.

Beberapa lokasi yang direncanakan antara lain wilayah Kalianyar sebagai gerbang masuk kota, Kecamatan Gondang, hingga kawasan Jembatan Bojonegoro–Tuban (TBT) yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi karena menghubungkan dua kabupaten.

Hingga kini, hampir seluruh kecamatan telah terpasang lampu identitas tersebut, kecuali wilayah perkotaan yang memiliki konsep penataan berbeda.

Penataan cahaya yang terkonsep rapi ini diharapkan tidak hanya memperindah wajah Bojonegoro saat malam hari, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah.

Lebih dari itu, ruang publik yang terang dan nyaman diyakini mampu meningkatkan rasa aman, memperluas ruang interaksi sosial, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Bojonegoro kini tak sekedar terang, ia mulai bersinar dengan identitasnya sendiri. (aj)