Beranda Daerah Investasi Triliunan Rupiah Masuk Bojonegoro, Lapangan Kerja Kian Terbuka

Investasi Triliunan Rupiah Masuk Bojonegoro, Lapangan Kerja Kian Terbuka

IMG 20251219 WA0011

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memantapkan strategi untuk menciptakan iklim investasi yang ramah, mudah, dan berdaya saing.

Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di Bojonegoro tercatat mencapai Rp3,52 triliun melalui sistem perizinan Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA).

Berdasarkan data penarikan OSS hingga 15 Desember 2025, investasi tersebut didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan nilai Rp3,45 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp69,76 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bojonegoro, Budiyanto, menilai capaian ini menunjukkan kuatnya kepercayaan investor nasional terhadap potensi ekonomi daerah.

“Dominasi PMDN menegaskan bahwa kekuatan ekonomi lokal Bojonegoro masih menjadi daya tarik utama bagi investor dalam negeri,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).

Dari sisi sektor usaha, pertambangan menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp971,50 miliar.

Capaian tersebut sekaligus mempertegas posisi Bojonegoro sebagai salah satu daerah strategis sektor energi di Jawa Timur.

Selain pertambangan, sejumlah sektor lain juga menunjukkan performa yang menjanjikan.

Perdagangan dan reparasi mencatatkan investasi sebesar Rp603,13 miliar, disusul industri makanan dengan nilai Rp524,09 miliar.

Sementara itu, sektor konstruksi menyumbang Rp427,27 miliar, seiring meningkatnya pembangunan infrastruktur publik maupun swasta di wilayah Bojonegoro.

Berdasarkan skala usaha, investasi masih didominasi oleh Usaha Besar dengan total nilai mencapai Rp2,15 triliun.

Angka ini jauh melampaui kontribusi Usaha Mikro sebesar Rp477,95 miliar, Usaha Kecil Rp644,13 miliar, dan Usaha Menengah Rp246,38 miliar.

Data tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong penguatan permodalan dan daya saing pelaku UMKM agar mampu berperan lebih besar dalam ekosistem investasi daerah.

Pemkab Bojonegoro optimistis tren positif investasi ini akan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja baru, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Efek berganda (multiplier effect) terhadap sektor riil dan UMKM lokal pun diharapkan semakin kuat.

Dengan capaian ini, Bojonegoro kian menegaskan posisinya sebagai daerah yang tidak hanya bertumpu pada sektor migas, tetapi juga berhasil mendorong diversifikasi ekonomi menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (aj)