BOJONEGORO — Enam tahun bukanlah perjalanan singkat, Seduluran Cah Bojonegoro (SCB) membuktikan konsistensinya sebagai komunitas sosial dengan menggelar Anniversary ke-6 yang dikemas dalam agenda Temu Kangen Seduluran Selawase serta santunan anak yatim piatu, Minggu (14/12/2025).
Bertempat di Barresta Caffe, Jalan Monginsidi, Bangilan, Kecamatan Kapas, suasana perayaan berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, sekaligus meriah.
Ratusan anggota SCB tumpah ruah, disertai kehadiran puluhan komunitas lokal dan lintas daerah yang turut meramaikan momentum kebersamaan tersebut.
Tak kurang dari belasan komunitas Bojonegoro hadir, di antaranya PWB, SWB, GMB, SWAB, WEB, COD, Segoro, Koplak, Angling Darmo, MMCB, Peduli Anak Yatim, RSB, Gulu Dowo, LAN, FOB, dan komunitas lainnya. Kehadiran mereka menegaskan kuatnya jejaring sosial yang terbangun di bawah semangat seduluran.
Tak hanya dari Bojonegoro, perayaan Anniversary SCB ke-6 juga dihadiri komunitas dari berbagai daerah di Jawa Timur. Dari Tuban hadir MIT, Sahabat Berbagi, dan HPS. Lamongan diwakili BPL, KSWP, dan BWL, sementara Ngimbang mengirimkan BWN. Dari Nganjuk hadir Laskar Persahabatan, MSNC, serta Horeg Mania. Komunitas dari Gresik (NDS), Jombang (ILKJ), Mojokerto (IKLS) hingga Pasuruan (PIS) turut menyemarakkan acara.
Seduluran Cah Bojonegoro sendiri berawal dari sebuah grup Facebook yang kini berkembang pesat dengan jumlah anggota mencapai sekitar 21.500 akun.
Komunitas ini dipimpin oleh Naya Ridha (nama asli Eli Ridayana), dengan pendiri Agus Budi Utomo yang dikenal luas melalui akun Banyu Suroh.
Rangkaian acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama. Momen sakral perayaan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua SCB Naya Ridha yang kemudian diserahkan kepada pendiri SCB sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan enam tahun kebersamaan.
Anniversary SCB ke-6 juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu, sebagai wujud nyata komitmen sosial komunitas yang sejak awal berdiri menjunjung nilai kepedulian dan berbagi.
Dalam sambutannya, pendiri SCB Agus Budi Utomo (Banyu Suroh) menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan SCB yang telah eksis sejak tahun 2019 hingga 2025.
Ia menegaskan bahwa SCB lahir dengan misi utama menjaga persaudaraan tanpa sekat serta aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Enam tahun SCB berdiri, kami terus menjaga semangat seduluran, bukan hanya di Bojonegoro, tetapi juga dengan komunitas di luar daerah. Kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan bantuan untuk kaum dhuafa akan terus kami jalankan,” ujarnya.
Dia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah serta seluruh anggota SCB yang dinilainya menjadi kekuatan utama keberlangsungan komunitas.
Banyu Suroh berharap ke depan SCB semakin dikenal luas dan mampu menjangkau lebih banyak anggota dengan semangat persaudaraan yang tetap terjaga.
Senada, Ketua SCB Naya Ridha menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota, tamu undangan, komunitas sahabat, serta para donatur yang telah berkontribusi menyukseskan acara.
Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan terdapat hal-hal yang kurang berkenan.
“Semoga komunikasi dan kebersamaan ini terus terjaga. Mari kita rawat SCB agar tetap solid, bermanfaat, dan berkelanjutan ke depannya,” ungkapnya.
Perayaan Anniversary ke-6 Seduluran Cah Bojonegoro ditutup dengan panggung hiburan yang berlangsung semarak.
Penampilan Priza Musik sukses menghidupkan suasana, didukung aksi panggung tiga artis Putri Aidiva, Juwita Rahma, dan Eli Elfrida.
Canda, tawa, dan kebersamaan pun mengalir hangat hingga akhir acara, menjadi penanda kuatnya ikatan seduluran selawase di tubuh SCB. (aj)

























