BOJONEGORO – Setelah melakukan studi tiru di Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) Sragen, rangkaian agenda Dekranasda Bojonegoro pada Senin (08/12/2025) berlanjut dengan kunjungan inspiratif ke Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Ngebung.
Sejak memasuki area museum, rombongan langsung disambut dengan atraksi tarian bertema manusia purba serta penyerahan simbolik senjata tradisional prasejarah menambah nuansa historis yang begitu kuat.
Rombongan dipandu langsung oleh Penanggung Jawab Museum Sangiran, Marlia Yuliati Rosyidah, bersama tim pendamping.
Mereka menjelaskan bahwa kawasan Cagar Budaya Nasional Sangiran menaungi lima museum dengan kekhasan masing-masing yaitu Krikilan, Dayu, Ngebung, Bukuran, dan Manyerejo.
Adapun Klaster Ngebung yang dikunjungi delegasi Bojonegoro ini menghadirkan tema khusus mengenai sejarah penemuan dan perkembangan riset manusia purba dari masa ke masa.
Sebelum menyusuri koleksi diorama dan ruang pamer, peserta diarahkan menuju ruang audio visual untuk menonton film singkat seputar perjalanan panjang Sangiran sebagai situs prasejarah dunia.
Usai menonton, rombongan dipandu mengelilingi museum melalui alur cerita sejarah yang ditata rapi dan dipaparkan langsung oleh pemandu.
Kunjungan tidak hanya berfokus pada wisata edukatif, tetapi juga menjadi ruang berdiskusi antara Dekranasda Bojonegoro dan pihak museum.
Pembahasan mengerucut pada peluang kerja sama serta referensi pengembangan museum dan situs sejarah di Bojonegoro.
Dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen, Anjar, menekankan pentingnya pembentukan Tim Cagar Budaya agar proses pelestarian situs dan koleksi sejarah di daerah dapat berjalan berkesinambungan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan ke sentra perajin batu di sanggar kreatif. Di sini, rombongan melihat langsung proses pengolahan batu khas Sangiran menjadi aksesori bernilai seni tinggi.
Kepala Dispora Sragen, I Yusep Wahyudi, menjelaskan bahwa jenis batu Sangiran dikenal memiliki motif alami dan dianggap sebagai batu indah bertuah yang banyak diminati kolektor.
Mengakhiri kunjungan, Ketua Dekranasda Bojonegoro, Cantika Wahono, menyampaikan rasa syukur sekaligus kekagumannya.
“Kami mendapatkan banyak pengetahuan baru terkait pengembangan budaya dan pelestarian sejarah. Yang paling membahagiakan, kami menemukan keluarga baru di Sragen,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi rombongan Bojonegoro bukan hanya menambah wawasan sejarah, tetapi juga memperkuat jejaring lintas daerah dalam pengembangan cagar budaya dan potensi lokal. (aj)

























