BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mempercepat pembangunan infrastruktur demi memperkuat konektivitas antarwilayah.
Tahun 2025 ini, sebanyak 262 jembatan tengah dibangun dan tersebar di seluruh kecamatan di Bojonegoro.
Langkah besar ini menjadi bagian dari upaya Pemkab dalam memperlancar mobilitas masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan akses antar daerah agar aktivitas warga semakin efisien.
Kepala Bidang Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PU BM PR) Kabupaten Bojonegoro, Edi Dwi Purwanto, mengungkapkan bahwa 262 proyek tersebut mencakup pelebaran, penggantian, hingga rehabilitasi jembatan di berbagai titik strategis.
“Sebagian besar pekerjaan sudah berjalan, bahkan beberapa sudah selesai,” jelas Edi, Kamis (6/11/2025).
Ia menambahkan, mengingat curah hujan mulai meningkat, pihaknya mempercepat penyelesaian dengan pengawasan dan monitoring yang lebih ketat.
Hal ini dilakukan agar seluruh pekerjaan selesai tepat waktu dan segera dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Kami maksimalkan seluruh sumber daya di lapangan. Harapannya, jembatan-jembatan ini bisa mendukung mobilitas warga di musim penghujan,” lanjutnya.
Tak hanya fokus pada jembatan di pedesaan, Pemkab Bojonegoro juga menyiapkan rencana besar di wilayah perkotaan.
Salah satunya adalah pembangunan flyover sebagai solusi untuk mengurai kemacetan dan mengalihkan arus kendaraan berat dari pusat kota.
“Proyek flyover ini masih dalam tahap feasibility study atau studi kelayakan,” terang Edi.
Sebagai informasi, feasibility study merupakan analisis mendalam untuk menilai apakah suatu proyek layak dilaksanakan secara teknis, finansial, dan sosial. Tahapan ini menjadi langkah penting sebelum proyek fisik benar-benar dijalankan.
Dengan percepatan pembangunan ratusan jembatan serta perencanaan flyover, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap seluruh proyek ini dapat menjadi pondasi kuat bagi kemajuan daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (aj)

























