Beranda Infotaiment Pramuka Bojonegoro Adu Fokus dan Disiplin, Wabup Beri Pesan Menohok

Pramuka Bojonegoro Adu Fokus dan Disiplin, Wabup Beri Pesan Menohok

IMG 20260829 WA0024

BOJONEGORO — Lomba Baris-Berbaris (LBB) Pramuka di Kabupaten Bojonegoro bukan hanya ajang menunjukkan kekompakan gerakan.

Di balik setiap langkah dan aba-aba, terdapat latihan kedisiplinan, konsentrasi, tanggung jawab, hingga mental untuk tidak mudah menyerah.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat membuka LBB Pramuka di Jalan Mas Tumapel Bojonegoro, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Pramuka golongan Penggalang dan Penegak dari tingkat SMP/MTs hingga SMA/MA se-Kabupaten Bojonegoro.

Sebanyak 94 peserta tercatat mengikuti kegiatan yang menjadi salah satu wadah pembentukan karakter generasi muda tersebut.

Dalam kesempatan itu, Nurul Azizah mengajak para peserta tidak hanya melihat baris-berbaris sebagai rangkaian gerakan, tetapi juga mengambil nilai kehidupan dari setiap proses yang dijalani.

Menurutnya, gerakan dalam LBB yang menuntut peserta untuk selalu memperhatikan arah depan memiliki makna penting.

Setiap orang harus memiliki tujuan yang jelas dan tetap menjaga fokus untuk mencapainya.

“Dimulai dengan gerakan, kita fokus ke depan. Berarti tujuan kita ke depan harus menjadi perhatian,” ujar Nurul Azizah.

Ia mengatakan, perjalanan menuju masa depan tidak selalu berlangsung mulus.

Sama halnya dengan LBB, konsentrasi peserta bisa saja terganggu oleh suara maupun situasi di sekitar.

Namun, tantangan tersebut harus dihadapi dengan tetap menjaga fokus dan menjalankan tugas secara benar.

Sikap fokus dan konsisten tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda dalam meraih keberhasilan.

“Kalau dilakukan dengan fokus dan benar, berarti anak-anakku dalam menatap masa depan tentu bisa menggambarkan suatu kesuksesan,” jelasnya.

Nurul Azizah juga menegaskan bahwa kesuksesan tidak dapat diraih secara instan.

Ada proses panjang yang harus dilalui, termasuk menghadapi kegagalan dan berusaha kembali bangkit.

“Sukses adalah berproses. Ketika kita jatuh, bisa bangun. Jatuh lagi harus bangun,” tegasnya.

Dia menilai nilai-nilai tersebut sejalan dengan pendidikan kepramukaan.

Selain membentuk kedisiplinan, Pramuka menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar mandiri, bertanggung jawab, membangun karakter, serta mencari solusi ketika menghadapi persoalan.

“Karena Pramuka mempunyai kemandirian, tanggung jawab, berkarakter, dan bisa memecahkan masalah,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Bupati Bojonegoro mengingatkan para orang tua agar terus memberikan perhatian, pendampingan, dan pengawasan kepada anak-anak.

Menurutnya, generasi muda merupakan aset penting yang akan menentukan masa depan.

Karena itu, ia berharap kegiatan LBB tidak berhenti sebagai kompetisi semata.

Pengalaman selama mengikuti perlombaan diharapkan mampu menjadi bekal bagi peserta untuk membangun karakter, meningkatkan kedisiplinan, sekaligus belajar menghadapi tantangan.

Nurul Azizah pun berpesan kepada seluruh peserta agar terus berusaha menjadi pribadi yang dapat memberikan kebanggaan dan kebahagiaan bagi keluarga.

“Jadilah anak yang bisa membanggakan dan menjadi kebahagiaan orang tua,” pesannya. (aj)