BOJONEGORO – Suasana Khidmat sekaligus semarak mewarnai Desa Lengkong, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro pada Senin (24/8/2026) malam.
Ribuan warga tumpah ruah menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan di Masjid Barokatul Mahmud.
Lantunan sholawat bergema merdu, menciptakan atmosfer spiritual yang begitu hangat dan menyentuh hati.
Antusiasme masyarakat luar biasa tinggi, kapasitas ruang utama masjid tak mampu menampung gempuran jamaah yang hadir, sehingga halaman hingga area sekitar masjid berubah menjadi lautan manusia.
Kekuatan tradisi dan kerinduan kepada Rasulullah SAW terbukti mampu menyatukan masyarakat dari pelbagai wilayah.
Tercatat sekitar 9.000 jamaah hadir memenuhi lokasi acara, terdiri dari lintas generasi, mulai dari anak-anak, pemuda, orang tua, hingga rombongan jamaah perempuan (Fatayat).
Tidak hanya warga lokal Balen, jamaah juga berdatangan dari kecamatan tetangga seperti Kapas, Sumberrejo, Kanor, Sukosewu, Baureno, Sugihwaras, hingga kawasan Bojonegoro Kota.
Jajaran Pemerintah Desa Lengkong, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus ta’mir masjid juga turut hadir.
Kepala Desa Lengkong sekaligus Ta’mir Masjid Barokatul Mahmud, Drs. H. Ahmad Sholihin, menegaskan bahwa kesuksesan helatan kolosal ini lahir dari semangat gotong royong warga setempat.
Sinergi antara Remaja Masjid (Remas), Ta’mir, panitia, serta partisipasi aktif warga RT 01 hingga RT 09 menjadi pilar utama kelancaran acara.
Selain sebagai wadah silaturahmi dan penguat kepedulian sosial, Ahmad Sholihin menekankan pentingnya mengembalikan fungsi hakiki masjid di era modern.
”Kita kembalikan ittiba’ Rasulullah bahwa masjid harus menjadi pusat gerakan keilmuan, gerakan umat Islam, serta gerakan muamalah Islami dalam pengembangan ekonomi syariah,” terangnya.
Dia juga berpesan agar nilai-nilai keislaman senantiasa membawa kesejukan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin), menghargai keberagaman agama, budaya, dan adat istiadat,” ungkapnya.
Malam puncak peringatan Maulid Nabi ini ditutup dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam tentang kuatnya kerukunan, persaudaraan, dan tradisi keagamaan yang terus lestari di tanah Bojonegoro. (aj)

























