Beranda Infotaiment Delegasi ASEAN Bakal Ramaikan Mangkasara’ Molulo 2026 di Pantai Losari Makassar

Delegasi ASEAN Bakal Ramaikan Mangkasara’ Molulo 2026 di Pantai Losari Makassar

IMG 20260822 WA0032

MAKASSAR — Panggung budaya dan pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra) bersiap mendapat sorotan internasional.

Sejumlah perwakilan negara ASEAN dipastikan akan hadir dalam Mangkasara’ Molulo 2026, sebuah ajang promosi budaya yang akan digelar di kawasan Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar.

Delegasi dari Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura disebut telah mengonfirmasi kehadiran melalui lembaga-lembaga kebudayaan yang tergabung dalam International Nusantara Cultural Forum (INCaF).

Tak hanya negara-negara ASEAN, Duta Besar Bangladesh juga dijadwalkan hadir untuk menyaksikan langsung pertunjukan seni sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan potensi pariwisata Sulawesi Tenggara.

Kehadiran para delegasi asing tersebut membuat Mangkasara’ Molulo 2026 tak sekadar menjadi pertunjukan budaya lokal.

Event ini diproyeksikan menjadi ruang perjumpaan lintas negara sekaligus panggung untuk memperkenalkan kekayaan Nusantara ke dunia internasional.

Mangkasara’ Molulo 2026 merupakan hasil inisiasi dan kolaborasi Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA INDONESIA) bersama Lembaga Adat Kerajaan Gowa.

Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan sejumlah organisasi kemasyarakatan di Kota Makassar dan daerah sekitarnya.

Salah satu daya tarik utama acara ini adalah hadirnya delapan pilar kebudayaan dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Kedelapan unsur tersebut meliputi Buton, Muna, Tolaki, Moronene, Makassar, Mandar, Toraja dan Bugis.

Beragam seni tradisi dari masing-masing budaya akan ditampilkan dalam satu panggung.

Selain pertunjukan seni, para tamu juga akan diperkenalkan dengan sejumlah destinasi wisata unggulan Sulawesi Tenggara.

Dengan konsep tersebut, Mangkasara’ Molulo diharapkan mampu menjadikan seni dan budaya sebagai pintu masuk untuk memperluas promosi destinasi wisata Sultra.

Ketua Umum AMBA SULTRA sekaligus penggagas nama Mangkasara’ Molulo, Stenly Diover, mengatakan pemilihan Makassar sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan.

Makassar dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia Timur.

Letaknya juga dianggap sangat mendukung upaya memperluas promosi kebudayaan dan pariwisata Sultra hingga tingkat regional maupun internasional.

Menurutnya, Makassar memiliki daya jangkau yang kuat untuk mempertemukan berbagai komunitas, pelaku budaya, wisatawan, serta delegasi dari negara lain.

Keterlibatan INCaF diharapkan menjadi salah satu kekuatan penting dalam kegiatan tersebut.

Forum ini menjadi ruang silaturahmi antar bangsa sekaligus tempat bertukar informasi mengenai potensi pariwisata di kawasan ASEAN dan Nusantara.

Kesamaan sejarah, hubungan antar masyarakat, serta warisan budaya yang berkembang lintas generasi menjadi modal kuat untuk membangun kerja sama kebudayaan.

Melalui Mangkasara’ Molulo 2026, para penyelenggara berharap hubungan diplomasi budaya antarnegara semakin erat.

Di saat yang sama, promosi destinasi wisata juga diharapkan mampu membuka peluang kerja sama dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

Pantai Losari pun diproyeksikan menjadi titik temu budaya Nusantara dan mancanegara, membawa kekayaan Sultra dari panggung lokal menuju perhatian regional ASEAN. (Rob)