Beranda Daerah PKK Bojonegoro Perkuat GAYATRI dan Berantas Anak Tidak Sekolah

PKK Bojonegoro Perkuat GAYATRI dan Berantas Anak Tidak Sekolah

IMG 20260820 WA0009

BOJONEGORO – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat pendampingan program pemberdayaan masyarakat hingga tingkat desa.

Langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja terpadu di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (19/8/2026).

Kunjungan ini untuk memastikan berbagai program prioritas, termasuk hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKK, dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan keluarga.

Sejumlah materi disampaikan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pengembangan Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI), upaya pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS), hingga implementasi program-program hasil Rakernas PKK.

Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, mengatakan kunjungan terpadu tersebut lebih ditekankan pada pendampingan agar program yang telah dirumuskan tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat.

“Apa yang sudah dihasilkan dari Rakernas, harapannya sampai ke tingkat desa dan keluarga,” ujar Cantika.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah GAYATRI.

Program tersebut didorong bukan hanya untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang penguatan ekonomi keluarga.

Cantika bahkan mendorong agar setiap rumah tangga dapat memiliki ayam petelur secara mandiri.

“Pengembangan GAYATRI setiap rumah harus punya ayam petelur sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, keberlanjutan program juga perlu ditopang ketersediaan pakan dengan harga yang terjangkau.

Karena itu, diperlukan strategi agar kebutuhan pakan ayam petelur tidak menjadi beban bagi keluarga penerima manfaat.

Selain ketahanan pangan, TP PKK turut memberi perhatian terhadap persoalan Anak Tidak Sekolah.

Upaya pengentasan ATS dinilai penting seiring dengan dorongan pemerintah terhadap program wajib belajar selama 13 tahun.

PKK Didorong Berbasis Data
Cantika juga menekankan pentingnya penerapan hasil Rakernas melalui kegiatan PKK berbasis data.

Dengan pendekatan tersebut, program yang dijalankan diharapkan benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kegiatan yang kita lakukan harus berbasis keperluan masyarakat, baik di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten. Kita juga memanfaatkan teknologi digital dan tertib administrasi,” jelasnya.

TP PKK Kabupaten Bojonegoro juga terus menyelaraskan program dengan agenda nasional, termasuk percepatan penanganan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, peningkatan akses pendidikan, perlindungan anak, serta pemberdayaan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, TP PKK Kabupaten Bojonegoro juga menyerahkan bantuan kepada sejumlah kelompok sasaran.

Bantuan diberikan kepada ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan risiko tinggi (risti), balita dengan gizi kurang, lansia sebatang kara, serta remaja yang tergabung dalam Gerakan Remaja Milenial Berdaya dan Produktif (Gerimis Madu).

Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Ngelo, Ngatini Tri Mulyono, menyampaikan bahwa Desa Ngelo merupakan desa mandiri di Kecamatan Margomulyo.

Mayoritas warga menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian, disusul pekerjaan sebagai pegawai swasta dan wiraswasta.

Menurut Ngatini, budaya gotong royong menjadi salah satu kekuatan masyarakat Desa Ngelo.

Semangat tersebut terlihat dalam aktivitas bercocok tanam maupun dukungan terhadap program pembangunan desa.

“Kami bergotong royong dalam bercocok tanam. Kami juga mendukung wajib belajar,” ungkapnya.

Di sektor pendidikan, Desa Ngelo memiliki sejumlah layanan pendidikan anak usia dini, antara lain Pos PAUD/TK Putra Pertiwi, KB Attaqwa dan Pos PAUD Al Fajar.

Sementara dalam penguatan ketahanan pangan, masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman obat keluarga (TOGA), sayuran dan buah-buahan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pangan berbasis masyarakat menuju Indonesia Emas.

Pada sektor kesehatan, pelayanan Posyandu di Desa Ngelo telah mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Sasaran pelayanan terdiri atas 42 balita, 76 remaja dan 150 lansia.

Ngatini menambahkan, saat ini terdapat satu anak yang mengalami stunting.

Kondisi tersebut disebut berkaitan dengan riwayat kelahiran prematur.

Melalui kunjungan terpadu ini, TP PKK Kabupaten Bojonegoro berharap penguatan program pemberdayaan dapat semakin dekat dengan kebutuhan keluarga sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan di tingkat desa. (aj)