BOJONEGORO — Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (13/8/2026), tak hanya menjadi penanda rampungnya berbagai pembangunan fisik.
Di tengah momentum tersebut, perhatian terhadap kesehatan warga juga mendapat porsi penting.
Ratusan warga memanfaatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis yang digelar sebagai bagian dari rangkaian penutupan TMMD.
Warga datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan sekaligus berkonsultasi langsung dengan tenaga medis.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Dinas Kesehatan, serta tim medis Puskesmas Kesongo.
Pelayanan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian kepada masyarakat di wilayah sasaran TMMD.
Berbagai pemeriksaan disediakan secara gratis. Mulai dari tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, hingga pengukuran tinggi dan berat badan.
Untuk memberikan pelayanan maksimal, sedikitnya delapan perawat dan satu dokter diterjunkan langsung ke lokasi.
Kepala Puskesmas Kesongo, dr. Bowo Luhur Santoso, mengatakan pelayanan kesehatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga menjadi sarana deteksi dini terhadap gangguan kesehatan yang berpotensi dialami masyarakat.
“Alhamdulillah, dengan kerja sama di acara TMMD ini, kita bisa memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Jika ada indikasi gangguan kesehatan yang kurang pas, dokter bisa langsung memberikan tindakan, meresepkan obat, sekaligus memberikan edukasi kesehatan di tempat,” ujar dr. Bowo.
Selain pemeriksaan dan pengobatan, petugas juga memberikan makanan tambahan kepada masyarakat. Edukasi mengenai pentingnya asupan gizi seimbang turut disampaikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran warga terhadap kesehatan keluarga.
Di tengah pelayanan, dr. Bowo juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berpotensi muncul selama musim kemarau.
Keterbatasan air membuat sebagian warga menyimpan persediaan air dalam wadah atau tempat penampungan.
Namun, jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut justru dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Musim kemarau ini sulit air, sehingga warga cenderung menyimpan persediaan air. Namun, ada risiko kualitasnya menurun atau wadah tersebut justru dihinggapi nyamuk yang dapat memicu wabah, salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD),” jelasnya.
Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan lingkungan, mengelola tempat penampungan air dengan baik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Bagi masyarakat, kehadiran layanan kesehatan gratis tersebut memberikan kemudahan tersendiri.
Warga bisa mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi tanpa harus mengeluarkan biaya maupun menempuh perjalanan jauh.
Salah seorang warga, Hadi (56), mengaku terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan dalam rangkaian TMMD.
“Kehadiran layanan kesehatan gratis ini sangat membantu kami. Kami bisa tahu kondisi kesehatan tanpa harus keluar biaya dan jauh-jauh pergi ke puskesmas utama. Terima kasih kepada seluruh jajaran TMMD 129 Kodim 0813 Bojonegoro, program ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Kedungadem,” ungkapnya.
Penutupan TMMD ke-129 di Desa Kesongo pun menjadi momentum yang tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan berupa infrastruktur, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sinergi TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan warga diharapkan terus berlanjut sehingga semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD dapat menjadi kekuatan untuk mendorong masyarakat Bojonegoro semakin sehat, mandiri, dan sejahtera. (aj)

























