BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat kemitraan dengan insan pers sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi publik yang terbuka dan terpercaya.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Media Gathering 2026 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Bojonegoro di Pendapa Malowopati, Rabu (22/7/2026).
Mengusung tema “Komunikasi Publik yang Adaptif di Era Digital: Membangun Kepercayaan Masyarakat terhadap Pemerintah”, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD) dan para jurnalis untuk memperkuat sinergi dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa media memiliki posisi yang sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun kepercayaan publik.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan hubungan yang harmonis antara pemerintah dengan media menjadi kunci agar informasi yang diterima masyarakat benar-benar akurat, berimbang dan dapat dipercaya.
“Media adalah sahabat sekaligus mitra Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Saya berharap hubungan baik ini terus terjalin sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar dapat dipercaya,” ujar Setyo Wahono.
Ia mengungkapkan telah menginstruksikan seluruh kepala OPD agar memberikan pelayanan informasi yang cepat, terbuka dan sesuai ketentuan kepada insan pers.
Meski diakui terkadang terdapat keterlambatan dalam memberikan respons karena kesibukan, Bupati meminta seluruh perangkat daerah tetap mengutamakan keterbukaan informasi.
“Saya minta seluruh OPD menjawab pertanyaan rekan-rekan media sebaik mungkin. Kalau memang ada yang bisa dijelaskan, sampaikan. Komunikasi yang baik akan menciptakan ruang dialog yang sehat antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Setyo Wahono juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.
Ia mengajak media untuk tetap mengedepankan fakta dan data dalam setiap pemberitaan serta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Saya berharap media memberitakan apa adanya sesuai fakta dan data. Jangan sampai hoaks berkembang di tengah masyarakat. Informasi yang benar akan menjadi edukasi sekaligus memperkuat kepercayaan publik kepada pemerintah maupun media,” tegasnya.
Menurut Bupati, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki peran besar dalam mengedukasi masyarakat sekaligus mengawal berbagai program pembangunan agar berjalan transparan dan tepat sasaran.
Pada kesempatan tersebut, Setyo Wahono juga memaparkan sejumlah program strategis yang tengah dikembangkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk meningkatkan daya saing daerah.
Salah satunya adalah penguatan sektor kesehatan melalui pengembangan layanan unggulan di RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo, seperti layanan Digital Subtraction Angiography (DSA) dan terapi stem cell.
Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu menjadikan Bojonegoro sebagai salah satu pusat rujukan kesehatan di Jawa Timur.
Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga sedang menjalin kerja sama dengan Universitas Brawijaya untuk mendirikan Fakultas Kedokteran di Bojonegoro.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.
Bupati juga menyoroti tantangan pengembangan sektor pariwisata.
Menurutnya, Bojonegoro masih menghadapi kendala dalam menarik wisatawan dari luar daerah karena faktor akses transportasi dan belum optimalnya pemanfaatan potensi lokal.
Karena itu, ia berharap media ikut berperan memperkenalkan berbagai potensi unggulan Bojonegoro, mulai dari sektor kesehatan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga investasi agar semakin dikenal masyarakat luas.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro Arif Afandy mengatakan Media Gathering menjadi forum penting untuk mempererat hubungan kemitraan sekaligus menyerap masukan dari insan pers dalam meningkatkan kualitas komunikasi publik.
Menurutnya, promosi berbagai potensi daerah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan dukungan media agar informasi pembangunan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Melalui Media Gathering ini kami berharap sinergi antara pemerintah dan media semakin kuat, sehingga penyampaian informasi pembangunan dapat berlangsung secara terbuka, objektif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai arahan Bupati,” ujar Arif.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Asisten Daerah Setda Bojonegoro, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Direktur RSUD, pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta puluhan insan media dari berbagai platform.
Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya membangun komunikasi publik yang adaptif, transparan dan kolaboratif, sekaligus mengajak media menjadi mitra strategis dalam mengawal pembangunan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. (aj)

























