Beranda TNI/POLRI Mahasiswa Unigoro Ambil Peran di TMMD 129 Bojonegoro, Warga Kesongo Kian Optimistis

Mahasiswa Unigoro Ambil Peran di TMMD 129 Bojonegoro, Warga Kesongo Kian Optimistis

IMG 20260716 WA0016

BOJONEGORO – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, semakin diperkuat dengan keterlibatan dunia akademik.

Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro) resmi bergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKNTK) untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan TMMD.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, para mahasiswa akan bekerja bersama personel Satgas TMMD, pemerintah desa, dan masyarakat selama program berlangsung.

Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, baik dalam pembangunan fisik maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Puluhan mahasiswa tersebut berasal dari lima fakultas di Universitas Bojonegoro, yaitu Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Sains dan Teknik, serta Fakultas Pertanian.

Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini menjadi modal penting dalam mendukung berbagai program yang telah disusun selama pelaksanaan TMMD.

Ketua KKNTK 01 Universitas Bojonegoro, Wahyu Putro Utomo, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa bukan sekadar menjalankan program akademik, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus kesempatan mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah.

Menurutnya, mahasiswa siap berkolaborasi bersama Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro, Pemerintah Desa Kesongo dan seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan berbagai agenda, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga kegiatan sosial yang telah diprogramkan.

Pelaksanaan TMMD ke-129 sendiri tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik desa. Beragam kegiatan sosial juga telah digelar, seperti pelayanan kesehatan gratis, pasar murah, hingga pembagian paket sembako yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat Desa Kesongo.

Program tersebut menjadi bukti bahwa TMMD hadir dengan pendekatan pembangunan yang menyeluruh.

Selain membangun jalan, fasilitas umum, dan sarana pendukung lainnya, kegiatan ini juga menyasar peningkatan kualitas kesehatan, kesejahteraan sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kehadiran mahasiswa KKNTK dinilai akan semakin memperkuat efektivitas pelaksanaan TMMD. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi dan masyarakat diyakini mampu mempercepat pembangunan sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi tantangan pembangunan desa.

Kolaborasi seperti ini juga diharapkan terus berlanjut pada berbagai program pembangunan di masa mendatang.

Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas TMMD diyakini mampu melahirkan perubahan positif sekaligus memperkuat kemandirian desa menuju kesejahteraan yang berkelanjutan. (aj)