Beranda TNI/POLRI Desa Kesongo Jadi Sasaran TMMD 129, Ini Pesan Penting Bupati Bojonegoro

Desa Kesongo Jadi Sasaran TMMD 129, Ini Pesan Penting Bupati Bojonegoro

IMG 20260715 WA0005

BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (15/7/2026).

Pembukaan ditandai dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, sebagai simbol dimulainya sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menggerakkan perekonomian, serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

“Program TMMD menjadi bentuk sinergi strategis antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia,” ujar Setyo Wahono.

Ia menjelaskan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025, TNI tidak hanya bertugas dalam operasi militer untuk perang, tetapi juga menjalankan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), salah satunya membantu pemerintah daerah melalui program TMMD.

Karena itu, lanjutnya, TNI diharapkan terus hadir di tengah masyarakat untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Pelaksanaan TMMD ke-129 dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, dengan Desa Kesongo sebagai lokasi utama kegiatan.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa”, program tersebut selaras dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memperkuat pembangunan dari desa melalui peningkatan infrastruktur, pengembangan potensi lokal, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pembangunan desa menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Bojonegoro yang maju, mandiri, dan sejahtera. Karena itu TMMD menjadi salah satu instrumen strategis untuk mempercepat tercapainya tujuan tersebut,” katanya.

Selain pembangunan fisik, Bupati juga menekankan bahwa TMMD memiliki nilai penting dalam memperkuat semangat kebangsaan, gotong royong, serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Pada pelaksanaan TMMD ke-129 tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengalokasikan dukungan anggaran sebesar Rp5,285 miliar.

Anggaran tersebut terdiri dari Rp4,748 miliar untuk kegiatan fisik dan Rp530,206 juta untuk kegiatan nonfisik.

Sasaran fisik diprioritaskan pada pembangunan infrastruktur desa, peningkatan sarana dan prasarana umum, serta fasilitas yang mendukung aktivitas masyarakat.

Sementara kegiatan nonfisik diarahkan pada penyuluhan, peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan ketahanan pangan, pengembangan usaha produktif, peningkatan kesadaran kesehatan dan lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola potensi desa secara mandiri.

Bupati berharap seluruh program yang dilaksanakan tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mampu melahirkan masyarakat desa yang lebih produktif, mandiri, dan memiliki semangat gotong royong yang semakin kuat.

Ia juga berpesan kepada seluruh personel Satgas TMMD agar menjaga kesehatan selama bertugas, menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta berbaur dengan warga melalui kegiatan sehari-hari, termasuk tinggal di rumah-rumah penduduk selama pelaksanaan TMMD.

Menurutnya, kedekatan antara prajurit TNI dan masyarakat merupakan salah satu kekuatan utama yang selama ini menjadi ciri khas keberhasilan program TMMD.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Setyo Wahono secara resmi membuka pelaksanaan TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, TNI Manunggal Membangun Desa ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, pada hari ini, Rabu 15 Juli 2026, saya nyatakan resmi dibuka dan dimulai,” tegasnya.

Selama sebulan ke depan, program TMMD diharapkan mampu menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga dalam membangun Bojonegoro dari desa. (aj)