BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang mulai berdampak pada sejumlah wilayah.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mempercepat distribusi bantuan air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Sebagai bentuk pelayanan publik yang responsif dan upaya memenuhi kebutuhan dasar warga, BPBD Bojonegoro secara intensif menyalurkan bantuan air bersih ke berbagai lokasi yang terdampak kekeringan.
Berdasarkan data terbaru BPBD Bojonegoro, bantuan air bersih telah disalurkan ke Desa Deru, Kecamatan Sumberejo, pada 2 Juni 2026.
Selanjutnya, distribusi juga dilakukan ke RSUD Kepohbaru pada 10 Juni 2026 guna memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi.
Tidak hanya fokus pada lokasi yang telah terjadwal menerima bantuan, BPBD juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menindaklanjuti berbagai permohonan baru yang masuk dari masyarakat maupun pemerintah desa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Heru Wicaksi, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan proses verifikasi terhadap sejumlah pengajuan bantuan air bersih dari wilayah lain yang mulai terdampak musim kemarau.
“Saat ini terdapat permohonan bantuan air bersih dari Desa Wotan, Kecamatan Sumberejo, dan Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho, yang sedang kami proses,” ujarnya.
Heru menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan BPBD menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan dampak kekeringan.
Karena itu, seluruh camat dan kepala desa diimbau aktif melakukan pemantauan kondisi sumber air di wilayah masing-masing.
Apabila ditemukan indikasi kelangkaan air bersih atau penurunan debit sumber air yang berpotensi mengganggu kebutuhan masyarakat, pemerintah desa diminta segera berkoordinasi dengan BPBD dan mengajukan surat permohonan resmi agar bantuan dapat segera disalurkan.
Dengan langkah cepat tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau tetap terpenuhi serta dampak kekeringan dapat diminimalkan secara efektif dan tepat sasaran. (aj)

























