Beranda Daerah Bojonegoro Peringati Harkitnas 2026, Wabup Ingatkan Tantangan APBD dan Ekonomi

Bojonegoro Peringati Harkitnas 2026, Wabup Ingatkan Tantangan APBD dan Ekonomi

IMG 20260520 WA0014

BOJONEGORO – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kabupaten Bojonegoro berlangsung penuh khidmat di halaman Gedung Putih Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Rabu (20/5/2026) pagi.

Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB itu diikuti jajaran Forkopimda, kepala OPD hingga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bojonegoro.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah yang bertindak sebagai pembina upacara menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional saat ini harus diwujudkan melalui pelayanan publik yang semakin baik serta penguatan kebersamaan dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.

Dalam amanatnya, Nurul Azizah menyinggung kebijakan efisiensi APBD yang tengah dilakukan pemerintah daerah sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat.

Menurutnya, masih ada sejumlah kewajiban daerah yang harus dituntaskan pada tahun 2026 sehingga membutuhkan kerja sama seluruh elemen pemerintahan.

Ia menyebut beberapa isu strategis yang menjadi perhatian bersama, mulai dari penanganan kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, pengurangan angka pengangguran hingga penguatan konektivitas antar wilayah di Bojonegoro.

“Semua isu tematik tersebut harus kita selesaikan bersama demi kemajuan daerah,” ujar Nurul Azizah.

Selain itu, sektor kesehatan dan ketahanan pangan juga menjadi prioritas pembangunan Pemkab Bojonegoro.

Pemerintah daerah terus mendorong layanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat, termasuk penguatan program pengobatan gratis agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga.

Nurul Azizah juga mengingatkan bahwa kondisi fiskal nasional akan berdampak terhadap arah kebijakan daerah ke depan.

Berdasarkan evaluasi kekuatan APBN, terdapat penurunan belanja kementerian dan lembaga yang diperkirakan mempengaruhi proyeksi APBD tahun 2027.

Meski dihadapkan pada tantangan tersebut, ia meminta seluruh jajaran pemerintah tetap menjaga semangat kebersamaan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Semangat kita adalah semangat kebersamaan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mari mendukung program Bapak Bupati demi mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur dan membanggakan,” tuturnya.

Dalam upacara tersebut juga dibacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Viada Hafid yang menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat kedaulatan bangsa di era transformasi digital.

Dalam sambutannya, Menteri Meutya menyebut semangat lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 1908 menjadi tonggak kebangkitan kesadaran nasional yang melampaui sekat kedaerahan.

Menurutnya, tantangan bangsa kini tidak lagi sekedar soal kedaulatan wilayah, tetapi juga menyangkut kedaulatan informasi dan transformasi digital.

Tema Harkitnas 2026 yakni “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” disebut menjadi pengingat pentingnya menjaga generasi muda sebagai fondasi masa depan Indonesia.

Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, lanjutnya, telah menjalankan berbagai program strategis nasional seperti Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda hingga layanan cek kesehatan gratis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Tak hanya itu, pemerintah juga memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui penerapan penuh PP TUNAS 2025 yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun demi menciptakan ruang digital yang sehat dan aman.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 pun menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali menyalakan semangat persatuan, meningkatkan literasi digital dan memperkuat solidaritas sosial demi kemajuan bangsa. (aj)