Beranda Nasional Dari Tengah Sawah Bojonegoro, Kepala SDN Ini Raih Prestasi Nasional

Dari Tengah Sawah Bojonegoro, Kepala SDN Ini Raih Prestasi Nasional

IMG 20260519 WA0022

BOJONEGORO – Dunia pendidikan di Bojonegoro kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Rita Yuana, Kepala SDN Grebegan Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, sukses meraih penghargaan dalam ajang Insan Pendidikan Berdampak 2026 pada kategori Inspirator Pendidikan Formal.

Penghargaan tersebut diraih berkat inovasi gerakan literasi berbasis cita-cita siswa melalui penerbitan buku berjudul “Membangun Mimpi dari Pelosok Negeri: Bunga Rampai Cita-Cita Siswa SDN Grebegan, Kalitidu, Bojonegoro”.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa sekolah di wilayah pedesaan juga mampu menghadirkan perubahan besar dalam dunia pendidikan.

Di tengah keterbatasan fasilitas dan kondisi ekonomi siswa yang sebagian besar berasal dari keluarga petani, SDN Grebegan justru berhasil melahirkan gerakan pendidikan yang menyentuh masa depan anak-anak desa.

Berawal dari kegelisahan terhadap minimnya ruang ekspresi bagi siswa, Rita Yuana menghadirkan program literasi yang mengajak anak-anak menuliskan impian mereka.

Sebanyak 54 siswa kelas IV, V, dan VI dilibatkan dalam proses penulisan esai sederhana tentang cita-cita, harapan dan perjuangan meraih masa depan.

Dari proses tersebut lahirlah sebuah buku setebal 180 halaman yang diterbitkan pada Februari 2026 bekerja sama dengan PT Taman Baca Indonesia Bojonegoro.

“Anak-anak desa memiliki mimpi yang sama besarnya. Mereka hanya membutuhkan ruang untuk tumbuh dan seseorang yang percaya bahwa mereka mampu,” ujar Rita Yuana.

Dalam pelaksanaannya, Rita bersama tim guru yang terdiri dari Sri Wuryani, Sriyanik dan Sumiyati melakukan pendampingan intensif kepada para siswa.

Anak-anak diajak mengenal berbagai profesi sekaligus menuangkan alasan mereka memilih cita-cita tertentu.

Program ini juga menjadi bagian dari implementasi pembelajaran mendalam dan pengenalan kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan dasar.

Pendampingan dilakukan melalui kegiatan “Sabtu BERSERI”, sebuah program yang membuka wawasan siswa terhadap berbagai peluang masa depan.

Dari kegiatan tersebut lahir beragam impian, mulai dari dokter, guru, polisi, tentara, pilot, atlet, pengusaha, petani sukses, masinis hingga konten kreator.

Tak hanya meningkatkan budaya literasi, program ini juga membawa perubahan besar terhadap karakter siswa.

Anak-anak yang sebelumnya pemalu mulai berani berbicara di depan kelas, menyampaikan gagasan, hingga mempresentasikan tulisan mereka dengan penuh percaya diri.

Selain memperkuat kemampuan membaca dan menulis, kegiatan ini juga menanamkan nilai kerja keras, disiplin, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah kepada para siswa.

Inovasi pendidikan yang dilakukan SDN Grebegan mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menilai program tersebut layak menjadi inspirasi bagi sekolah lain karena mampu menghadirkan pendidikan yang menyentuh sisi kemanusiaan peserta didik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Mokhamad Anwar Mukhtadlo menyebut buku karya siswa SDN Grebegan menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat lahir dari kesederhanaan.

Bagi SDN Grebegan, penerbitan buku ini bukan sekadar proyek literasi biasa.

Program tersebut telah berkembang menjadi gerakan pendidikan yang membangun harapan, keberanian, dan rasa percaya diri anak-anak desa untuk mengejar masa depan mereka.

Dari sekolah sederhana di tengah hamparan sawah Bojonegoro, lahir karya yang mampu menginspirasi banyak pihak sekaligus membuktikan bahwa pendidikan bermakna tidak selalu lahir dari fasilitas mewah maupun teknologi mahal.

Prestasi Rita Yuana dalam ajang Insan Pendidikan Berdampak 2026 menjadi pengingat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari ruang kelas sederhana, selama ada kepedulian, keteladanan, dan keyakinan terhadap potensi anak-anak Indonesia. (aj)