LAMONGAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, pada Selasa sore (14/4/2026) berubah menjadi tragedi memilukan.
Seorang bocah berusia 8 tahun berinisial MZ, warga Kelurahan Brondong, Lamongan, meninggal dunia setelah terseret arus deras Kali Pasinan.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat hujan turun di Lamongan cukup lebat, korban diketahui sedang bermain di sekitar lingkungan rumahnya.
Namun, derasnya curah hujan membuat debit air Kali Pasinan, Lamongan, meningkat drastis hingga meluap dan berubah menjadi arus berbahaya.
Diduga terpeleset di area yang licin, korban jatuh ke dalam aliran sungai.
Sang ibu, EP (29), yang melihat kejadian tersebut langsung berusaha menolong dengan menceburkan diri ke air.
Sayangnya, derasnya arus membuat upaya penyelamatan itu gagal, dan korban terbawa arus menjauh ke arah utara.
Suasana panik pun tak terhindarkan. Teriakan keluarga mengundang perhatian warga sekitar yang segera berdatangan untuk membantu sekaligus melaporkan kejadian itu kepada aparat.
Respon cepat ditunjukkan tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Lamongan, Polsek Brondong, serta warga setempat.
Pencarian dimulai sekitar pukul 17.30 WIB dengan menyusuri aliran Kali Pasinan dalam kondisi arus yang masih deras.
Setelah dilakukan penyisiran intensif selama lebih dari tiga jam, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 20.30 WIB, berjarak kurang lebih 200 meter dari lokasi awal jatuh.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka.
Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd, menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut.
Ia memastikan pihaknya bergerak cepat sejak laporan diterima.
“Kami turut berbelasungkawa. Begitu laporan masuk, tim langsung turun melakukan pencarian hingga korban ditemukan,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem.
Orang tua diminta lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, khususnya agar tidak bermain di sekitar sungai atau saluran air saat hujan deras.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa peningkatan debit air saat hujan bisa terjadi secara tiba-tiba dan membahayakan.
Kewaspadaan dan pengawasan menjadi kunci utama untuk mencegah kejadian serupa terulang. (as)

























