LAMONGAN – Menjelang dan selama Bulan Suci Ramadan, pengawasan distribusi energi di Lamongan diperketat.
Polres Lamongan bersama Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Lamongan menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap LPG 3 Kg dan BBM bersubsidi, Senin (23/02/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap aman, harga stabil, dan tidak terjadi praktik penimbunan maupun penyalahgunaan subsidi yang dapat merugikan masyarakat Lamongan.
Sidak dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Rizki Akbar Kurniafi bersama Kepala Diskoperindag Lamongan Anang Taufik dan tim gabungan.
Dua titik menjadi fokus pemeriksaan, yakni pangkalan LPG 3 Kg PT Laju Jaya di Jalan Pahlawan dan SPBU 5462224 di Jalan Basuki Rahmat.
Di pangkalan LPG, petugas memeriksa stok tabung serta memantau alur distribusi untuk memastikan subsidi tepat sasaran.
Hasil pengecekan menunjukkan ketersediaan LPG 3 Kg dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Tidak ditemukan tabung dengan berat di bawah standar maupun indikasi kecurangan distribusi.
Pemeriksaan dilanjutkan di SPBU 5462224. Petugas melakukan uji kualitas Pertalite menggunakan stik ukur guna memastikan tidak ada campuran zat lain.
Selain itu, pengujian takaran dilakukan memakai bejana ukur standar. Hasilnya, volume BBM yang dijual dinyatakan sesuai ketentuan.
Secara umum, stok BBM bersubsidi di wilayah Lamongan terpantau aman dengan harga yang relatif stabil.
Secara terpisah, Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi selama Ramadan.
“Kami pastikan stok LPG dan BBM aman. Distribusi berjalan lancar dan pengawasan terus kami lakukan. Masyarakat tidak perlu melakukan panic buying,” tegasnya.
Ke depan, Polres Lamongan bersama Diskoperindag akan terus melakukan monitoring berkala hingga menjelang Idulfitri.
Langkah ini sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas pasokan sekaligus mencegah praktik penimbunan dan kecurangan yang berpotensi merugikan masyarakat.
Dengan pengawasan intensif ini, warga Lamongan diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran soal ketersediaan energi. (as)

























