BOJONEGORO — Kabupaten Bojonegoro mencatat capaian strategis yang membanggakan di awal tahun 2026.
Produksi padi di Bojonegoro melonjak signifikan, dari sebelumnya sekitar 710 ribu ton menjadi 884 ribu ton, sekaligus menggeser Kabupaten Ngawi sebagai salah satu daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur.
Pencapaian tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat memimpin apel pagi di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Rabu (14/01/2026).
Menurutnya, lonjakan produksi padi tidak lepas dari kerja keras dan sinergi lintas perangkat daerah dalam memperkuat sektor pertanian serta ketahanan pangan.
“Ini hasil kolaborasi yang konsisten, mulai dari kebijakan, pendampingan petani, hingga penguatan sarana dan prasarana pertanian,” ujar Nurul Azizah.
Tak hanya sektor pertanian, Bojonegoro juga mencatat prestasi gemilang dalam pelayanan publik.
Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Kabupaten Bojonegoro berhasil meraih nilai A dengan skor 4,68, sekaligus menempati peringkat ke-6 nasional.
Capaian ini melonjak drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang masih berada di peringkat 100.
Nurul Azizah menjelaskan, peningkatan kualitas pelayanan publik tersebut ditopang oleh kontribusi besar dari sektor kesehatan dan pendidikan.
Rumah sakit daerah dan seluruh puskesmas dinilai berhasil meningkatkan mutu layanan, sementara sektor pendidikan menunjukkan kinerja positif melalui layanan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati juga memaparkan postur APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026 yang mencapai sekitar Rp6,4 triliun.
Anggaran tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana transfer dari pemerintah pusat, serta pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa).
Pemerintah daerah, lanjut Nurul Azizah, menekankan pentingnya inovasi, intensifikasi, dan ekstensifikasi pendapatan daerah guna menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus mendukung pembiayaan program-program prioritas pembangunan.
Sejumlah target strategis pembangunan tahun 2026 turut disampaikan, di antaranya penurunan angka kemiskinan melalui skema bantuan yang lebih tepat sasaran, peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan memastikan seluruh anak usia sekolah dapat mengakses pendidikan, peningkatan anggaran beasiswa yang naik signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pemenuhan kebutuhan listrik bagi seluruh masyarakat, peningkatan kualitas infrastruktur dasar dan lingkungan, termasuk pengendalian banjir serta pengelolaan limbah.
Menutup arahannya, Wakil Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk terus memperkuat kualitas pelayanan publik, menjaga keadilan dalam pengelolaan anggaran, serta memastikan seluruh kebijakan pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Pro/aj)

























