Beranda TNI/POLRI Bengawan Jeru Dibersihkan, Ancaman Banjir di Lamongan Ditekan

Bengawan Jeru Dibersihkan, Ancaman Banjir di Lamongan Ditekan

IMG 20260110 WA0014

LAMONGAN – Menghadapi potensi banjir di musim penghujan, sinergi lintas instansi kembali ditunjukkan di Kabupaten Lamongan.

TNI, Polri, BPBD Lamongan, bersama warga dari dua desa turun langsung ke lapangan membersihkan tumpukan enceng gondok yang menyumbat aliran Sungai Bengawan Jeru, Sabtu (10/1/2026).

Aksi karya bakti tersebut dipusatkan di bawah jembatan penghubung Desa Priyoso, Kecamatan Karangbinangun, dan Desa Pasi, Kecamatan Glagah.

Lokasi ini kerap menjadi titik penting karena menjadi jalur aliran air utama menuju wilayah permukiman dan lahan pertanian di sekitarnya.

Sejak pagi hari, puluhan personel gabungan terlihat berjibaku di aliran sungai.

Enceng gondok yang menutupi permukaan air hingga menyerupai hamparan karpet hijau diangkat satu per satu.

Di sejumlah titik, terutama di sekitar tiang jembatan, tanaman liar tersebut menumpuk padat dan membentuk gundukan besar sehingga memerlukan bantuan alat berat untuk menariknya ke daratan.

Partisipasi warga Desa Priyoso dan Desa Pasi menjadi pemandangan yang menonjol dalam kegiatan ini.

Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu bersama aparat, mempercepat proses pembersihan sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.

Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, menegaskan bahwa pembersihan enceng gondok merupakan langkah mitigasi penting untuk mencegah bencana banjir.

“Bengawan Jeru adalah jalur air vital. Jika alirannya tersumbat enceng gondok, air akan tertahan, meluap, dan bisa berdampak langsung ke permukiman warga serta sawah. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini, bukan menunggu banjir datang,” tegasnya.

Ia juga memastikan TNI akan terus hadir dan terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan kebencanaan sebagai bentuk tanggung jawab menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Sementara itu, perwakilan Polres Lamongan menilai kegiatan gotong royong ini tidak hanya berdampak pada kelancaran aliran sungai, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Sinergi seperti ini adalah contoh nyata harmonisasi aparat dan masyarakat. Kepedulian terhadap sungai berarti menjaga keamanan dan keselamatan bersama,” ujarnya.

Dari sisi kewaspadaan bencana, BPBD Lamongan mengingatkan bahwa intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir cenderung meningkat.

Masyarakat diminta lebih peka dan segera melaporkan jika menemukan penyumbatan sungai akibat enceng gondok atau sampah lainnya.

“Penanganan lebih awal akan jauh lebih efektif dibandingkan menunggu dampaknya. Pelaporan cepat sangat membantu upaya pencegahan banjir,” himbau perwakilan BPBD.

Melalui karya bakti ini, diharapkan aliran Sungai Bengawan Jeru kembali normal dan risiko banjir dapat ditekan.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan gotong royong merupakan kekuatan utama dalam menghadapi ancaman bencana alam. (as)