TUBAN – Tren kriminalitas di wilayah hukum Polres Tuban sepanjang tahun 2025 menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada tahun 2024 tercatat 441 kasus, maka di tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi 571 kasus, atau naik sekitar 29,4 persen.
Meski demikian, kenaikan jumlah kasus tersebut diiringi dengan peningkatan kinerja penyelesaian perkara.
Pada 2024, Polres Tuban mampu menyelesaikan 359 kasus.
Sementara di tahun 2025, perkara yang berhasil dituntaskan meningkat menjadi 475 kasus, atau naik sekitar 32,3 persen.
Data tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam dalam konferensi pers akhir tahun 2025 yang dipimpin Plt Kapolres Tuban Kombes Pol Agung Setyo Nugroho, S.I.K., Senin (29/12/2025).
“Alhamdulillah, kenaikan kasus masih bisa kami imbangi dengan peningkatan penyelesaian perkara,” ujar AKP Bobby.
AKP Bobby menjelaskan, jika pada tahun 2024 kasus penganiayaan mendominasi, maka di tahun 2025 penipuan menjadi tindak pidana paling banyak ditangani Satreskrim Polres Tuban, dengan total 64 kasus.
Sementara itu, kasus penyalahgunaan narkoba sepanjang 2025 mengalami penurunan.
Pada 2024, Satresnarkoba Polres Tuban menangani 60 kasus, terdiri dari 26 kasus narkotika dan 34 kasus obat keras berbahaya (okerbaya).
Di tahun 2025, jumlah tersebut turun menjadi 52 kasus, dengan rincian 25 kasus narkotika, 25 kasus okerbaya, dan 2 kasus psikotropika.
Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 54 tersangka, terdiri dari 51 orang pengedar dan 3 orang pemakai.
Barang bukti yang disita antara lain 84,97 gram sabu, 4 butir inex, 19,66 gram ganja, 16.360 butir pil LL, 1.522 butir pil Y, 30 butir psikotropika, 120 butir tramadol, serta uang tunai Rp7.752.000.
“Total laporan ada 53 kasus, namun lima kasus masih dalam proses penyidikan,” ungkap Kasat Resnarkoba AKP Harjo saat memaparkan data.
Di bidang lalu lintas, angka kecelakaan di Kabupaten Tuban mengalami penurunan. Sepanjang tahun 2025 tercatat 1.083 kejadian kecelakaan, turun 1,8 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1.103 kejadian.
Jumlah korban meninggal dunia juga mengalami penurunan signifikan.
Dari 189 korban jiwa pada tahun 2024, turun menjadi 169 orang di tahun 2025, atau berkurang sekitar 10,6 persen.
“Alhamdulillah, angka kecelakaan dan fatalitasnya menurun sekitar 1,8 persen,” terang Kasat Lantas Polres Tuban AKP Hariyazie.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Kapolres Tuban Kombes Pol Agung Setyo Nugroho menekankan kepada seluruh kepala satuan fungsi untuk menjadikan capaian dan kejadian selama tahun 2025 sebagai bahan evaluasi menyeluruh.
Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar perencanaan dan strategi Polres Tuban dalam meningkatkan kinerja serta pelayanan kepada masyarakat pada tahun 2026 mendatang. (aj)

























