BOJONEGORO – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan komitmennya dalam menggerakkan ekonomi kreatif lokal.
Melalui Rapat Kerja (Raker) dan Pembinaan Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang digelar di Eastern Hotel Bojonegoro, Dekranasda bertekad menyiapkan langkah strategis untuk lima tahun ke depan (2025–2030).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Dekranasda Bojonegoro, Cantika Wahono, bersama para pelaku IKM dari berbagai kecamatan. Agenda berlangsung maraton dan dipandu oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), serta diikuti proses penyusunan roadmap pengembangan kerajinan dan industri kreatif bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Kepala Disperinaker Bojonegoro, Amir Syahid, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar rapat rutin, melainkan forum strategis untuk menyusun rencana kerja tahun 2026 dan memperkuat sinergi Dekranasda dengan pelaku IKM hingga ke tingkat kecamatan.
“Kami ingin pelaku IKM bisa menyampaikan ide dan aspirasi mereka secara langsung. Dekranasda harus memahami potensi di tiap kecamatan agar bisa mendorong kemandirian ekonomi keluarga,” ujar Amir.
Data Disperinaker mencatat, Bojonegoro memiliki 1.762 pelaku IKM, dengan 1.431 di bidang kuliner dan 331 di bidang kerajinan. Menariknya, 1.749 IKM sudah memiliki Nomor Induk Perusahaan (NIP), dan kegiatan ini juga melibatkan 17 asosiasi serta paguyuban IKM di Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Cantika Wahono menegaskan komitmen Dekranasda yang memiliki masa bakti hingga 2030 untuk terus memperkuat peran sebagai penggerak utama ekonomi kreatif Bojonegoro.
Ia pun mengapresiasi deretan prestasi yang telah diraih, mulai dari Best Display di Royal Plaza, Best Element di Jatif Fest, hingga partisipasi di Inacraft dengan dua stan produk unggulan daerah.
“Dekranasda bukan hanya wadah pengrajin, tapi motor kebangkitan ekonomi kreatif Bojonegoro. Kami ingin produk lokal tak hanya dikenal di pasar nasional, tapi juga mendunia,” tegas Cantika penuh semangat.
Cantika juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, perbankan, dan komunitas kreatif untuk menciptakan ekosistem kerajinan yang tangguh dan berkelanjutan.
Dia mendorong pelaku IKM terus berinovasi, memperkuat desain, mempercantik kemasan, serta memanfaatkan teknologi digital dan e-commerce agar produk Bojonegoro bisa menembus pasar global.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Bojonegoro menekankan bahwa IKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah.
“Pengusaha harus mampu melihat peluang di tengah tantangan. Kunci kemajuan itu kolaborasi, kepercayaan, dan legalitas usaha. Dengan itu, IKM bisa berkembang profesional,” pesannya.
Dirinya juga mengajak pelaku IKM agar beradaptasi dengan era digital dan memperluas jejaring bisnis untuk naik kelas dari usaha kecil menuju menengah bahkan besar.
Raker dan pembinaan Dekranasda Bojonegoro kali ini menjadi tonggak penting dalam merumuskan strategi pengembangan IKM lima tahun ke depan.
Selain memperkuat daya saing produk lokal, kegiatan ini juga diharapkan berkontribusi langsung terhadap pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kemandirian ekonomi keluarga.
Dengan semangat kolaboratif dan visi kreatif yang jelas, Dekranasda Bojonegoro di bawah kepemimpinan Cantika Wahono siap membawa IKM Bojonegoro melesat dari lokal ke global. (Pro/aj)

























