BOJONEGORO – Warga Kabupaten Bojonegoro diprediksi akan menikmati cuaca cerah pada Senin, 7 September 2026.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG yang dipantau BPBD Bojonegoro mulai pukul 07.00 WIB, kondisi cerah diperkirakan mendominasi wilayah Bojonegoro hingga dini hari.
Pada pagi hari, suhu udara berada di kisaran 27 derajat Celsius dengan kelembapan 66 persen.
Angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan relatif rendah sekitar 3,1 kilometer per jam.
Memasuki siang, suhu diperkirakan meningkat cukup signifikan hingga mencapai 33 derajat Celsius.
Kelembapan turun menjadi sekitar 41 persen, sementara angin bergerak dari arah tenggara dengan kecepatan 14,3 kilometer per jam.
Kondisi cerah masih diperkirakan bertahan pada malam hari.
Suhu udara turun menjadi sekitar 26 derajat Celsius, dengan kelembapan 70 persen.
Angin dari arah tenggara diperkirakan bertiup lebih kencang, mencapai 23,2 kilometer per jam.
Sementara pada dini hari, suhu kembali turun hingga 23 derajat Celsius.
Kelembapan meningkat menjadi 82 persen, dengan angin dari arah barat daya berkecepatan sekitar 2,7 kilometer per jam.
Pantauan visual BPBD juga menunjukkan kondisi cerah berawan di sejumlah wilayah, meliputi Bojonegoro Kota, Bojonegoro Selatan, Bojonegoro Timur, hingga Bojonegoro Barat.
Di tengah kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering, BPBD Bojonegoro juga mencatat adanya kejadian kebakaran lahan di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.
Masyarakat dihimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di area lahan terbuka.
Warga juga diharapkan tidak melakukan pembakaran sembarangan yang dapat dengan mudah merambat ketika kondisi lingkungan kering.
Sementara itu, hasil pemantauan tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo menunjukkan kondisi masih aman.
Berdasarkan data Perum Jasa Tirta III Bengawan Solo, TMA tercatat 6,00 meter dengan status normal dan tren stabil.
Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa situasi debit Sungai Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro masih dalam kondisi terkendali.
BPBD Kabupaten Bojonegoro terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca, potensi bencana, serta kondisi sungai sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai kemungkinan kejadian.
Masyarakat dihimbau tetap mengikuti informasi resmi terkait perkembangan cuaca dan kebencanaan dari instansi berwenang. (aj)

























