BOJONEGORO – Potensi ikan lokal dari Sungai Bengawan Solo ternyata bisa diolah menjadi aneka hidangan yang menggugah selera dan bernilai gizi tinggi.
Kreativitas tersebut terlihat dalam lomba memasak cipta menu olahan ikan Bengawan Solo yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bojonegoro di Gedung Serba Guna, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 ini diikuti berbagai organisasi wanita se-Kabupaten Bojonegoro bersama Asosiasi UMKM Bojonegoro.
Para peserta ditantang menghadirkan kreasi masakan berbahan dasar ikan lokal dengan inovasi, cita rasa, tampilan menarik, serta memperhatikan kandungan gizinya.
Bukan hanya perlombaan memasak, kegiatan ini menjadi wadah untuk menggali kreativitas perempuan sekaligus memperkenalkan potensi pangan lokal Bojonegoro agar semakin dikenal dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Ketua Umum GOW Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus dan peserta yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong kreativitas pengolahan pangan, terutama dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong kreativitas para perempuan dalam mengolah bahan pangan yang ada di sekitar kita. Bukan hanya menghasilkan menu yang menarik, tetapi juga memiliki nilai gizi dan dapat memberikan manfaat bagi keluarga,” ungkap Cantika.
Dia menjelaskan, pemilihan ikan Bengawan Solo sebagai bahan utama bukan tanpa alasan.
Kabupaten Bojonegoro memiliki wilayah yang membentang di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo.
Sungai tersebut menjadi salah satu potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan, termasuk melalui sektor perikanan dan pengolahan pangan.
Potensi ikan lokal perlu mendapatkan perhatian agar tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk olahan sederhana, tetapi juga dikembangkan menjadi produk kuliner kreatif yang memiliki daya tarik dan nilai tambah.
Cantika berharap kegiatan ini mampu menginspirasi masyarakat untuk semakin mengenal hasil perikanan lokal sekaligus mendorong lahirnya inovasi kuliner khas Bojonegoro.
Dirinya juga mengajak seluruh peserta menikmati perlombaan dengan penuh semangat dan suasana gembira.
Sebab, menurutnya, memasak bukan hanya soal kemampuan mengolah bahan makanan, melainkan juga bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada keluarga.
Salah satu kreasi yang berhasil mencuri perhatian dewan juri adalah menu Moringa Nori Rice Roll Rengkik Fish Sausage hasil inovasi Dharma Wanita Persatuan (DWP).
Hidangan ini menghadirkan perpaduan bahan pangan lokal dengan konsep penyajian modern.
Ikan rengkik diolah menjadi sosis ikan, sementara daun kelor dimanfaatkan sebagai bahan dasar lembaran nori.
Inovasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena menggabungkan potensi ikan air tawar lokal dengan tanaman yang dikenal memiliki kandungan gizi.
Proses pembuatannya cukup kreatif, daun kelor terlebih dahulu diolah bersama tepung tapioka dan garam, kemudian dicetak menjadi lembaran menyerupai nori.
Sementara itu, daging ikan rengkik dihaluskan dan dicampur dengan aneka bumbu, telur, serta gula.
Adonan tersebut kemudian dipanggang hingga menghasilkan sosis ikan dengan tekstur yang sesuai.
Setelah seluruh bahan siap, hidangan dirangkai bersama nasi berbumbu daun jeruk, telur dadar, wortel, timun dan selada.
Semua bahan kemudian digulung menggunakan lembaran nori daun kelor dan diberi taburan wijen sangrai.
Selain menawarkan tampilan yang menarik, menu kreasi DWP tersebut juga memiliki kandungan gizi yang cukup beragam.
Dalam satu sajian, menu tersebut tercatat mengandung energi sebesar 773,05 kkal, protein 35,98 gram, lemak 19,04 gram, karbohidrat 113,54 gram, serta serat 2,79 gram.
Kreasi ini sekaligus menunjukkan bahwa ikan lokal Bengawan Solo dapat dikembangkan menjadi sajian modern tanpa meninggalkan pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di daerah sendiri.
Setelah melalui proses penilaian, dewan juri menetapkan tiga organisasi sebagai pemenang lomba cipta menu olahan ikan Bengawan Solo dalam rangka HJB Bojonegoro ke-349.
Berikut daftar lengkap pemenangnya:
1. Juara 1: Dharma Wanita Persatuan (DWP) dengan menu Moringa Nori Rice Roll Rengkik Fish Sausage.
2. Juara 2: Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi dan Modern Indonesia (KATALIA) dengan menu Kari Paf Iwak Jendil.
3. Juara 3: Barisan Muda Wirausaha Indonesia (BMWI) dengan menu Rolade Iwak Rengkik.
Melalui lomba ini, GOW Bojonegoro tidak hanya menghadirkan kemeriahan peringatan HJB ke-349, tetapi juga mengangkat pesan penting tentang pemanfaatan potensi pangan lokal.
Kreativitas mengolah ikan Bengawan Solo diharapkan dapat berkembang menjadi peluang usaha kuliner, memperkuat peran UMKM, serta mendorong masyarakat semakin bangga terhadap kekayaan hasil perikanan daerah.
Dari dapur keluarga hingga peluang bisnis, ikan lokal Bojonegoro memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sajian inovatif, bergizi dan memiliki nilai jual. (aj)












