BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersama Perum Perhutani bersiap melakukan gerakan penghijauan besar-besaran dengan menanam sebanyak 1,8 juta pohon.
Program reboisasi ini ditargetkan mulai dilaksanakan pada Desember 2026 dan paling lambat Januari 2027 sebagai upaya memulihkan kawasan hutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Langkah ambisius tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan kerusakan lingkungan, terutama kondisi sejumlah kawasan hutan yang masih gundul.
Selain memulihkan tutupan hutan, penanaman jutaan pohon ini diharapkan mampu mengurangi risiko kekeringan serta menjaga keseimbangan ekosistem di Kabupaten Bojonegoro.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan bahwa pelestarian alam tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
Dibutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar upaya menjaga lingkungan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Dia menyoroti masih adanya sejumlah kawasan hutan yang membutuhkan penghijauan.
Menurutnya, potensi alam yang dimiliki Bojonegoro harus dirawat melalui tindakan konkret, salah satunya dengan mengembalikan fungsi kawasan hutan melalui penanaman pohon.
“Mari bersama-sama melakukan penanaman pohon dan menjaga kelestarian hutan,” ajaknya.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Bojonegoro mulai memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor bersama Perhutani untuk menyukseskan program tersebut.
Gerakan penghijauan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata, tetapi juga disertai upaya pemeliharaan agar pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh optimal.
Dukungan juga datang dari Perhutani melalui sejumlah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) yang memiliki wilayah kerja di Kabupaten Bojonegoro.
Perhutani akan menyiapkan bibit pohon untuk mendukung pelaksanaan program reboisasi tersebut.
Dalam rencana yang disiapkan, kegiatan penghijauan pada 2027 akan menyasar kawasan hutan dengan luas kurang lebih 2.300 hektare.
Luasan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan kawasan hutan secara bertahap dan terencana.
Pemkab Bojonegoro berharap program penanaman 1,8 juta pohon ini dapat menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
Pasalnya, keberhasilan reboisasi tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari tingkat keberhasilan tanaman tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Melalui kolaborasi pemerintah, Perhutani dan masyarakat, Bojonegoro diharapkan mampu memperbaiki kondisi kawasan hutan, menjaga ketersediaan air, mengurangi ancaman kekeringan, serta mewariskan lingkungan yang lebih hijau kepada generasi mendatang. (aj)












