BALI – Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Seluruh Indonesia (FSP ISSI) bersiap menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Bali pada 6–8 November 2026.
Agenda nasional ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat solidaritas antar serikat pekerja, membangun kemandirian organisasi, sekaligus menyusun strategi perjuangan menghadapi tantangan industri semen di Indonesia.
Mengusung tema “Memperkuat Solidaritas, Mewujudkan Kemandirian, Mengokohkan Perjuangan untuk Keberlanjutan Industri Semen dan Kesejahteraan Pekerja”, Rakernas 2026 diharapkan menjadi ruang konsolidasi sekaligus evaluasi bagi seluruh elemen organisasi.
Pertemuan tersebut juga memiliki arti penting dalam menentukan arah gerakan serikat pekerja di tengah perubahan industri yang semakin dinamis.
Terlebih, sektor industri semen saat ini menghadapi tekanan persaingan usaha, perubahan teknologi, tuntutan efisiensi, hingga tantangan keberlanjutan bisnis.
FSP ISSI saat ini dipimpin Muh Musafir, S.T. dari Semen Tonasa sebagai Ketua Umum periode 2025–2029.
Dalam menjalankan roda organisasi, ia didampingi Agus Sarjanto, S.H. dari Semen Tiga Roda yang menjabat Sekretaris Umum.
Salah satu kekuatan utama FSP ISSI adalah jaringan keanggotaannya yang mencakup 11 serikat pekerja dari berbagai perusahaan dan wilayah industri semen di Indonesia.
Kesebelas serikat pekerja tersebut meliputi:
1. SP SA – Aceh.
2. SP SP – Semen Padang.
3. SK SB – Semen Baturaja.
4. SP ITP Citeureup – Semen Tiga Roda.
5. SP ITP Cirebon – Semen Tiga Roda.
6. SP ITP Tarjun – Semen Tiga Roda.
7. SP N – Cilacap.
8. SK ST – Semen Tonasa.
9. SP STAR – Ajibarang.
10. SK SG – Semen Gresik.
11. SP SG – Grobogan.
Sebaran anggota tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat posisi organisasi sebagai wadah perjuangan pekerja industri semen lintas perusahaan dan daerah.
Meski berasal dari lingkungan kerja yang berbeda, seluruh anggota memiliki kepentingan yang sama, yakni memastikan hak-hak pekerja terlindungi, hubungan industrial berjalan secara adil, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) mendapat perhatian, serta kesejahteraan tenaga kerja terus ditingkatkan.
Ketua Umum FSP ISSI, Muh Musafir, S.T., menegaskan bahwa Rakernas 2026 harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan menyatukan visi seluruh perangkat organisasi.
Menurutnya, solidaritas bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama dalam membangun kekuatan serikat pekerja agar mampu menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan.
“Solidaritas merupakan kekuatan utama dalam perjuangan serikat pekerja. Melalui Rakernas ini, kita ingin membangun organisasi yang semakin mandiri, solid, dan memiliki strategi perjuangan yang jelas. Kita juga harus memastikan bahwa keberlanjutan industri semen berjalan seiring dengan perlindungan hak-hak dan peningkatan kesejahteraan pekerja,” tegas Muh Musafir.
Dia menekankan bahwa keberlangsungan industri tidak boleh dipisahkan dari kepentingan tenaga kerja.
Sebab, pekerja merupakan salah satu elemen penting yang menopang produktivitas dan keberlanjutan perusahaan.
Sementara itu, Sekretaris Umum FSP ISSI, Agus Sarjanto, S.H., menyoroti pentingnya koordinasi dan konsolidasi organisasi agar seluruh program yang telah dirancang dapat berjalan efektif.
Ia menilai Rakernas perlu dimanfaatkan sebagai forum untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja, memetakan berbagai persoalan yang dihadapi anggota, sekaligus menyusun langkah konkret dalam memperkuat peran organisasi.
Dengan koordinasi yang semakin kuat, FSP ISSI diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih efektif antarkomponen organisasi dan meningkatkan kapasitas dalam memperjuangkan kepentingan pekerja.
Hal ini dinilai penting mengingat industri semen nasional tengah menghadapi perubahan yang tidak sederhana.
Persaingan pasar, perkembangan teknologi, transformasi industri, serta tuntutan efisiensi berpotensi membawa dampak terhadap pola kerja dan keberlangsungan hubungan industrial.
Karena itu, serikat pekerja dituntut tidak hanya responsif terhadap persoalan yang muncul, tetapi juga memiliki strategi jangka panjang untuk mengantisipasi berbagai perubahan.
Bagi FSP ISSI, keberlanjutan industri semen tidak cukup hanya diukur dari kemampuan perusahaan mempertahankan bisnis dan meningkatkan produktivitas.
Aspek perlindungan tenaga kerja juga harus menjadi bagian penting dari setiap kebijakan dan proses transformasi industri.
Kepastian hubungan kerja, perlindungan hak normatif, keselamatan kerja, serta peningkatan kesejahteraan merupakan sejumlah hal yang harus tetap diperhatikan di tengah tuntutan perubahan.
FSP ISSI memandang pekerja bukan sekadar bagian dari kegiatan produksi, melainkan sumber daya penting yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan industri semen nasional.
Melalui Rakernas 2026, organisasi ini akan mendorong penguatan komunikasi antarsesama anggota, mengevaluasi program yang telah berjalan, serta merumuskan kebijakan organisasi yang lebih terarah dan relevan dengan kondisi ketenagakerjaan saat ini.
Forum tersebut juga diharapkan menghasilkan keputusan yang konkret, realistis, dan dapat diterapkan oleh seluruh perangkat organisasi.
Dengan demikian, keberadaan FSP ISSI diharapkan semakin kuat sebagai wadah representasi pekerja dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan, dan saling menghormati.
Melalui semangat persatuan dan kemandirian, Rakernas FSP ISSI 2026 di Bali diharapkan menjadi titik penguatan perjuangan bersama untuk menjaga keberlanjutan industri semen nasional sekaligus memperjuangkan masa depan pekerja yang lebih sejahtera. (dpw)












