BOJONEGORO – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Malowopati, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Senin malam (19/10/2026).
Api Abadi yang berasal dari Geosite Kayangan Api kembali disemayamkan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349.
Prosesi yang dipimpin Bupati Bojonegoro Setyo Wahono tersebut bukan sekadar ritual tahunan.
Tradisi ini menjadi pengingat perjalanan panjang daerah, sekaligus simbol semangat perjuangan, pengabdian dan kecintaan masyarakat terhadap Bojonegoro yang harus terus dijaga dari generasi ke generasi.
Sebelum dibawa ke Pendopo Malowopati, Api Abadi terlebih dahulu diambil dari Geosite Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, melalui prosesi adat.
Obor kemudian dikirab melintasi sejumlah wilayah di Bojonegoro, membawa pesan tentang pelestarian warisan budaya dan kebanggaan terhadap kekayaan alam daerah.
Puncak acara berlangsung ketika obor Api Abadi diserahkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro kepada Wakil Bupati Nurul Azizah.
Selanjutnya, obor diteruskan kepada Bupati Setyo Wahono untuk disemayamkan di tempat yang telah disiapkan di Pendopo Malowopati.
Rangkaian prosesi tersebut berlangsung tertib dan penuh khidmat.
Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, camat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan turut menyaksikan tradisi yang menjadi salah satu bagian penting dalam peringatan HJB.
Keberadaan Api Abadi dalam perayaan hari jadi daerah ini menjadi penghubung antara warisan leluhur dan semangat pembangunan masa kini.
Tradisi tersebut sekaligus mengingatkan bahwa identitas daerah tidak hanya diwariskan melalui cerita, tetapi juga dirawat lewat tindakan nyata.
Setyo Wahono: Semangat Perjuangan Tidak Boleh Padam
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa Api Abadi memiliki makna lebih dalam daripada sekadar simbol seremonial.
Api tersebut merepresentasikan semangat perjuangan, pengabdian, dan kecintaan terhadap Kabupaten Bojonegoro yang harus terus menyala.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneruskan perjuangan para pendahulu melalui kerja nyata, integritas, inovasi, serta semangat gotong royong.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak dapat diwujudkan hanya melalui program pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, kolaborasi antarlembaga, serta komitmen bersama untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Semangat yang tercermin dalam prosesi Api Abadi diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh elemen daerah untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi Bojonegoro.
Selain mengajak masyarakat menjaga nilai-nilai perjuangan, Setyo Wahono juga menekankan pentingnya sinergi untuk mewujudkan cita-cita menjadikan Bojonegoro sebagai rujukan nasional di bidang pangan dan kesehatan.
Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, kerja sama antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.
Peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Peringatan Hari Jadi Bojonegoro ke-349 menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan daerah, mengevaluasi capaian pembangunan, sekaligus melihat berbagai pekerjaan rumah yang masih perlu diselesaikan.
Di tengah upaya mendorong kemajuan daerah, Bupati mengajak masyarakat terus menjaga persatuan, toleransi, dan kedamaian.
Kebersamaan dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan sekaligus memperkuat fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
Tradisi penyemayaman Api Abadi pun menghadirkan pesan bahwa kemajuan Bojonegoro harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan penguatan karakter masyarakat.
Mengusung tema “Berdaya Saing dan Bertransformasi Menuju Bojonegoro Bahagia, Makmur, Membanggakan,” HJB ke-349 diharapkan menjadi titik penguat komitmen bersama dalam membangun daerah.
Momentum ini menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk menjaga warisan leluhur, memperkuat kolaborasi, dan terus menghadirkan perubahan positif.
Dengan semangat Api Abadi yang terus dirawat, Bojonegoro diharapkan mampu melangkah menuju masa depan yang semakin maju, berdaya saing, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya. (Pro/aj)












