Beranda Daerah Ribuan Warga Padati Alun-Alun, HJB Bojonegoro ke-349 Penuh Kejutan

Ribuan Warga Padati Alun-Alun, HJB Bojonegoro ke-349 Penuh Kejutan

BOJONEGORO – Ribuan warga memadati Alun-Alun Bojonegoro untuk menyaksikan kemeriahan Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten (HJB) Bojonegoro ke-349, Selasa (20/10/2026).

Perayaan tahun ini berlangsung semarak dengan perpaduan upacara resmi, parade busana adat Nusantara, penghargaan bagi warga berprestasi, hingga pertunjukan seni budaya yang memukau.

Peringatan hari jadi yang mengusung tema “Berdaya Saing dan Bertransformasi Menuju Bojonegoro Bahagia, Makmur dan Membanggakan” tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan semangat pembangunan sekaligus memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya.

Sejak pagi, suasana perayaan telah terasa ketika rombongan pejabat daerah melakukan defile dari Gedung Putih Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menuju mimbar utama di Alun-Alun Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama istri, Wakil Bupati Nurul Azizah bersama suami, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta pasangan, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tampil anggun mengenakan busana adat Nusantara.

Langkah rombongan pejabat yang tertata rapi semakin menambah kemegahan acara. Iring-iringan tersebut juga diiringi penampilan drumband Gemantara Dharma Praja dari SMA Negeri 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur yang menyuguhkan atraksi penuh energi.

Dalam amanat upacara, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa tema HJB ke-349 bukan sekadar slogan perayaan.

Menurutnya, tema tersebut mencerminkan tekad bersama untuk membawa Bojonegoro terus berkembang, berdaya saing, dan mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Sebagai salah satu daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas) terbesar di Indonesia, Bojonegoro memiliki peran strategis dalam sektor energi nasional. Kontribusinya disebut mencapai hampir 30 persen produksi minyak nasional.

Di tengah potensi tersebut, pemerintah daerah terus mendorong pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam pembangunan Bojonegoro sepanjang 2026, mulai dari upaya mempercepat penurunan angka kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga memperbaiki Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Pemerintah kabupaten juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, memperluas akses pendidikan dan kesehatan yang inklusif, serta menyiapkan penanganan banjir perkotaan secara terencana dan terpadu.

Berbagai agenda tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, sekaligus memastikan pembangunan daerah berjalan secara berkelanjutan.

Bupati Setyo Wahono menekankan pentingnya kerja sama seluruh elemen masyarakat agar kemajuan yang dicapai tidak hanya terlihat dari angka pembangunan, tetapi juga dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kemajuan tidak pernah lahir dari kerja sendiri, tetapi dari sinergi seluruh elemen dengan tujuan untuk membuat masyarakat Bojonegoro bahagia hatinya, makmur hidupnya, dan semua bangga sebagai warga Bojonegoro,” ujar Setyo Wahono.

Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada masyarakat Bojonegoro yang menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Penghargaan diberikan kepada warga berprestasi dari berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.

Apresiasi tersebut menjadi bentuk pengakuan pemerintah daerah atas dedikasi dan pencapaian masyarakat yang turut mengharumkan nama Bojonegoro.

Prestasi mereka juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan dan meraih pencapaian yang lebih tinggi.

Di tengah kemeriahan perayaan, salah satu momen yang menarik perhatian warga adalah penerbangan buket balon oleh Bupati Bojonegoro bersama jajaran Forkopimda.

Penerbangan buket balon itu turut menjadi bagian dari Sayembara Semarak HJB yang menawarkan hadiah menarik bagi masyarakat.

Warga yang menemukan buket balon tersebut di mana pun berada berhak mendapatkan hadiah berupa sembilan ekor kambing sesuai ketentuan sayembara.

Kejutan ini menambah antusiasme masyarakat dalam mengikuti peringatan HJB ke-349.

Selain menghadirkan hiburan, kegiatan tersebut juga memberikan warna tersendiri dalam perayaan hari jadi Kabupaten Bojonegoro tahun ini.

Kemegahan HJB Bojonegoro ke-349 semakin terasa saat panggung perayaan menampilkan tari kolosal “Jambul Meliwis Putih”.

Pertunjukan tersebut menyuguhkan perpaduan gerak tari, kekuatan ekspresi, dan pesona seni tradisi lokal yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Bojonegoro.

Penampilan tari kolosal itu menjadi salah satu sajian yang mencuri perhatian warga. Nuansa budaya semakin kuat dengan pertunjukan display drumband Gemantara Dharma Praja yang menghadirkan atraksi ritmis dan penuh semangat.

Kombinasi seni tari tradisional dan pertunjukan drumband menjadi penutup yang meriah bagi rangkaian upacara peringatan hari jadi tersebut.

Peringatan HJB ke-349 pun tidak hanya menjadi ajang perayaan usia Kabupaten Bojonegoro, tetapi juga ruang untuk memperkuat identitas budaya, mengapresiasi prestasi masyarakat dan meneguhkan komitmen pembangunan daerah.

Menutup amanatnya, Bupati Setyo Wahono mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan berpartisipasi dalam mewujudkan masa depan Bojonegoro yang lebih baik.

“Dirgahayu Kabupaten Bojonegoro ke-349, Dirgahayu Provinsi Jawa Timur ke-81, Mari bersama berdaya saing dan bertransformasi menuju Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” tutupnya. (Pro/aj)

Artikel sebelumyaDari Tambang Ilegal hingga Konflik Industri, Mahasiswa Sampaikan Aspirasi ke Kapolresta Tuban
Artikel berikutnyaSakral dan Penuh Makna, Prosesi Api Abadi Warnai HJB Bojonegoro ke-349