Beranda Daerah Pasar Kota Bojonegoro Bakal Punya Eskalator dan RTH Luas

Pasar Kota Bojonegoro Bakal Punya Eskalator dan RTH Luas

IMG 20260905 WA0007

BOJONEGORO — Wajah baru Pasar Kota Bojonegoro mulai dipersiapkan.

Proses pembangunan pasar yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat ini terus berjalan dengan konsep semi modern, namun tetap mempertahankan karakter dan identitas lokal.

Pasar Kota Bojonegoro nantinya dibangun tiga lantai dengan berbagai fasilitas penunjang.

Mulai dari eskalator, area parkir yang terintegrasi di setiap lantai, hingga ruang terbuka hijau (RTH) untuk menciptakan kawasan pasar yang lebih nyaman.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKP CK) Bojonegoro, Satito Hadi, mengatakan konsep revitalisasi pasar disusun dengan mempertimbangkan aspirasi para pedagang.

Menurutnya, proses perencanaan hingga desain pembangunan telah melalui audiensi untuk memastikan kebutuhan pedagang tetap menjadi bagian penting dalam rancangan pasar baru.

“Rencana kapasitas pedagang Pasar Kota sejumlah 1.480 pedagang. Akan ada eskalator di setiap lantainya,” kata Satito saat memaparkan desain Pasar Kota dalam SAPA Bupati edisi VI, Kamis (3/9/2026).

Pasar Kota Bojonegoro dibangun di atas lahan sekitar 18.236 meter persegi.

Bangunannya mengusung gaya arsitektur modern-tropis atau Jawa yang memadukan kesan modern dengan unsur lokal.

Konsep tersebut diharapkan membuat pasar tidak hanya terlihat megah, tetapi juga tetap memiliki karakter yang dekat dengan budaya dan lingkungan masyarakat Bojonegoro.

Total luas bangunan Pasar Kota mencapai sekitar 33.285 meter persegi yang terbagi dalam tiga lantai.

Setiap lantai dirancang secara efisien dan terintegrasi untuk menunjang aktivitas perdagangan.

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah sistem parkir yang dirancang berada di setiap lantai.

Konsep ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat maupun pedagang sekaligus membantu mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar kawasan pasar.

Untuk lantai pertama, area parkir disiapkan bagi kendaraan roda empat, roda dua, serta becak.

Penyediaan ruang khusus becak menjadi bagian dari upaya mempertahankan keberadaan transportasi tradisional lokal.

Sementara itu, area parkir di lantai dua dan tiga diperuntukkan bagi kendaraan roda empat dan roda dua.

“Adapun fasilitas parkir lantai 1 mencakup kendaraan Roda 4 (R4), Roda 2 (R2) dan Becak. Penyediaan slot khusus becak merupakan bentuk kepedulian terhadap transportasi tradisional lokal. Sedangkan fasilitas parkir lantai 2 dan 3 untuk kendaraan R4 dan R2,” jelas Satito.

Tak hanya mengutamakan bangunan dan akses kendaraan, aspek lingkungan juga menjadi bagian dari desain revitalisasi.

Kawasan Pasar Kota nantinya memiliki RTH seluas 4.633,2 meter persegi.

RTH tersebut diharapkan menjadi ruang terbuka yang membuat kawasan pasar lebih hijau, sejuk, sekaligus memberikan ruang nyaman bagi pedagang dan pengunjung.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Dindagkop UM) Bojonegoro, Moh. Akhmadi, mengatakan aspek kenyamanan, keamanan dan aksesibilitas juga menjadi perhatian dalam desain pasar baru.

Koridor belanja akan dibuat lebih luas sehingga aktivitas jual beli tidak menimbulkan kepadatan berlebihan.

Desain tersebut juga memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas.

“Sehingga bebas berdesakan. Selain itu akan ada zonasi pedagang, papan petunjuknya mana zona basah, kering, elektronik atau pakaian,” ujarnya.

Penataan zonasi tersebut akan memudahkan pengunjung menemukan jenis barang yang dibutuhkan.

Area pasar juga akan dilengkapi sistem sanitasi, drainase, pengelolaan sampah terpadu, serta toilet.

Aspek sirkulasi udara dan pencahayaan turut dirancang agar lebih optimal.

Pemanfaatan ventilasi alami, pencahayaan hemat energi, serta keberadaan RTH diharapkan mampu menciptakan lingkungan pasar yang lebih segar dan nyaman.

Sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan, di antaranya ruang laktasi, tempat ibadah, fasilitas bagi penyandang disabilitas, perkantoran, hingga sarana pendukung bagi sumber daya manusia.

Kawasan Tanpa Rokok juga akan diterapkan untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan pengunjung maupun pedagang.

“Pasar tertib harus menciptakan rasa aman, mendorong konsumen untuk tinggal lebih lama dan berbelanja lebih banyak,” imbuh Akhmadi.

Dengan konsep tersebut, revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro diarahkan bukan hanya untuk menghadirkan pusat perdagangan baru, tetapi juga ruang publik yang nyaman dan representatif.

Perpaduan fasilitas modern, kapasitas parkir yang terintegrasi, penataan zonasi, akses ramah disabilitas, serta ruang terbuka hijau diharapkan mampu membawa Pasar Kota Bojonegoro menjadi salah satu ikon ekonomi baru di daerah.

Pasar tersebut nantinya diharapkan tetap menjadi pusat transaksi masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih aman, nyaman, tertata dan mudah diakses. (aj)