BOJONEGORO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro merilis laporan harian kondisi cuaca, situasi kebencanaan, serta tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo untuk Senin, 6 Juli 2026 mulai pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, wilayah Kabupaten Bojonegoro diprediksi menikmati cuaca cerah sejak pagi hingga dini hari.
Kondisi ini mendukung berbagai aktivitas masyarakat, meski warga tetap dihimbau mewaspadai angin yang bertiup cukup kencang pada siang hari.
Pada pagi hari, cuaca Bojonegoro diperkirakan cerah dengan suhu sekitar 26 derajat Celsius.
Kelembapan udara mencapai 80 persen dengan angin bertiup dari arah timur berkecepatan sekitar 6,7 kilometer per jam.
Memasuki siang, suhu udara meningkat hingga 32 derajat Celsius.
Cuaca Bojonegoro masih cerah, namun kecepatan angin dari arah tenggara diperkirakan mencapai 27,8 kilometer per jam, sehingga masyarakat diharapkan tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, pada malam hingga dini hari, cuaca tetap cerah dengan suhu berkisar 25–26 derajat Celsius.
Angin bertiup dari arah tenggara dengan kelembapan udara antara 76 hingga 80 persen.
Dari hasil pemantauan visual BPBD, kondisi cuaca di seluruh wilayah Bojonegoro, mulai dari kawasan kota, wilayah selatan, timur, hingga barat, terpantau cerah.
Meski kondisi cuaca relatif bersahabat, BPBD mencatat adanya satu kejadian yang memerlukan perhatian, yakni insiden orang tenggelam di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu.
Petugas terus melakukan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
Di sisi lain, hasil pemantauan tinggi muka air Sungai Bengawan Solo yang bersumber dari Perum Jasa Tirta I Divisi Jasa ASA III Bengawan Solo menunjukkan kondisi masih aman.
Tinggi muka air tercatat 6,13 meter dengan status normal dan tren terus mengalami penurunan.
BPBD Bojonegoro menghimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai maupun perairan.
Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca dan perkembangan situasi melalui kanal resmi BPBD guna mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (aj)

























