BOJONEGORO – Langkah baru dalam memperkuat pembangunan berbasis ilmu pengetahuan resmi dimulai di Bojonegoro.
Pengurus INSPIRA RISBO (Inspirasi Akademisi dan Periset Bojonegoro) resmi dikukuhkan sebagai wadah kolaborasi para akademisi, peneliti, dan pakar lintas disiplin untuk mendukung kebijakan daerah yang lebih terarah dan berbasis data.
Pelantikan yang digelar, pada Jumat (10/04/2026), berlangsung penuh semangat kolaboratif.
Hadir dalam momentum ini Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Ketua Pembina INSPIRA RISBO Prof. Dr. Sri Budi Cantika Yuli Wahono, jajaran OPD, pimpinan BUMD, hingga kalangan akademisi.
Ketua Umum INSPIRA RISBO, Dr. Ima Isnaini T., menegaskan bahwa organisasi ini bukan sekedar forum intelektual, melainkan jembatan strategis antara dunia akademik dan pengambil kebijakan.
Menurutnya, selama ini banyak hasil riset yang berhenti di ranah akademik tanpa implementasi nyata.
INSPIRA RISBO hadir untuk memastikan riset-riset tersebut bisa dihilirkan menjadi solusi konkret bagi masyarakat Bojonegoro.
“Ini adalah bentuk pengabdian kami sebagai putra daerah. Kami ingin hasil penelitian benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya menjadi dokumen di kampus atau laboratorium,” ujarnya.
Dalam menjalankan misinya, INSPIRA RISBO membentuk empat pilar utama, yakni bidang pendidikan dan keilmuan, data sertifikasi dan komunikasi, kemitraan serta advokasi kebijakan, dan pengembangan serta pemberdayaan masyarakat.
Melalui struktur ini, organisasi menargetkan mampu menembus level internasional pada tahun 2030 lewat kolaborasi riset global.
Ketua Pembina INSPIRA RISBO, Prof. Sri Budi Cantika Yuli Wahono, mengungkapkan bahwa potensi Bojonegoro sejatinya telah lama menarik perhatian dunia.
Bahkan, berbagai penelitian tentang daerah ini sudah dipresentasikan hingga ke Jepang dan Polandia.
Ia menambahkan, ke depan INSPIRA RISBO akan memperkuat jejaring internasional, termasuk pengembangan UMKM batik dan digitalisasi koperasi perempuan dengan menggandeng mitra dari Malaysia dan negara lain.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyambut baik kehadiran organisasi ini sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Dia berharap kontribusi akademisi dapat membantu menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Beberapa isu prioritas langsung disoroti, mulai dari penurunan angka kemiskinan, penanganan anak tidak sekolah, hingga mitigasi risiko sektor pertanian menghadapi potensi kemarau panjang di tahun 2026.
“Pemerintah membutuhkan kajian yang kuat dan berbasis data agar setiap kebijakan tepat sasaran. Peran INSPIRA RISBO sangat penting untuk itu,” tegasnya.
Tak hanya itu, Pemkab Bojonegoro juga membuka peluang sinergi lebih luas melalui kolaborasi dengan BUMD, khususnya dalam pemanfaatan dana CSR untuk mendukung riset terapan yang inovatif dan berdampak langsung.
Dengan terbentuknya INSPIRA RISBO, diharapkan pembangunan Bojonegoro ke depan semakin terukur, adaptif, dan berkelanjutan.
Sebuah langkah nyata menuju visi daerah yang Bahagia, Makmur, dan Membanggakan. (aj)

























