Beranda Infotaiment GOW Bojonegoro Solidkan 47 Organisasi, Perempuan Siap Ubah Daerah

GOW Bojonegoro Solidkan 47 Organisasi, Perempuan Siap Ubah Daerah

IMG 20260406 WA0027

BOJONEGORO – Peran perempuan Bojonegoro dalam pembangunan daerah kembali mendapat sorotan kuat.

Melalui sinergi Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bojonegoro, perempuan didorong tampil di garda depan sebagai motor penggerak perubahan sosial, ekonomi, hingga pendidikan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan yang digelar di Pendopo Malowopati, Senin (6/4/2026).

Forum ini menjadi momentum konsolidasi lintas organisasi perempuan untuk memperkuat kontribusi nyata di tengah berbagai tantangan daerah.

Pembina GOW Bojonegoro, Nurul Azizah, menyoroti persoalan serius di sektor pendidikan.

Ia mengungkapkan, hingga tahun 2026 masih terdapat 5.610 anak usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan.

“Target Bupati jelas, tidak boleh ada lagi anak yang tertinggal dari pendidikan. Karena itu, calon kepala sekolah diberi target kinerja untuk memastikan semua anak bisa sekolah,” tegasnya.

Tak hanya pendidikan, Nurul juga mengingatkan ancaman kemarau panjang yang diprediksi terjadi mulai akhir April hingga Oktober 2026, berdasarkan data BMKG.

Kondisi tersebut berpotensi menekan ekonomi masyarakat, terlebih dengan tren kenaikan harga BBM global.

Sebagai langkah antisipatif, Pemkab Bojonegoro mendorong perubahan gaya hidup, khususnya di kalangan aparatur sipil negara (ASN).

Salah satunya melalui kebijakan bersepeda setiap hari Senin untuk menghemat energi sekaligus menekan pengeluaran.

Selain itu, ASN juga diajak memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam cabai dan sayuran sebagai upaya menjaga ketahanan pangan keluarga di tengah situasi yang tidak menentu.

Sementara itu, Ketua GOW Bojonegoro, Cantika Wahono, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan.

“Perempuan bukan hanya pendamping, tetapi penggerak sekaligus penentu arah pembangunan,” ujarnya.

Dia menambahkan, GOW yang menaungi sekitar 47 organisasi wanita merupakan kekuatan besar yang harus dimaksimalkan.

Melalui kolaborasi, perempuan Bojonegoro diharapkan semakin mandiri, berdaya, dan mampu memberi dampak luas.

Cantika juga menekankan tiga kunci utama yang harus dipegang seluruh anggota GOW, yakni memperkuat solidaritas, meningkatkan kapasitas diri, serta menghadirkan manfaat nyata.

“Tidak ada perempuan hebat yang berjalan sendiri. Kita harus saling menguatkan, terus belajar, dan memastikan setiap langkah memberi dampak bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan,” pungkasnya.

Melalui gerakan bersama ini, organisasi perempuan di Bojonegoro diharapkan semakin solid dan berperan aktif dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan. (aj)