BOJONEGORO – Ada pemandangan berbeda di sudut-sudut kota Bojonegoro sore kemarin.
Ratusan siswa dan guru dari SMP Negeri 2 Bojonegoro tampak memadati jalanan, bukan untuk berdemo, melainkan untuk menyebarkan kebaikan di bulan suci Ramadan 1447 H.
Melalui program bertajuk “Ramadan Sedekah dan Peduli Sesama”, keluarga besar SMPN 2 Bojonegoro sukses menyalurkan sebanyak 1.246 paket nasi kotak kepada masyarakat.
Aksi ini bukan sekedar bagi-bagi makanan gratis, tapi merupakan misi besar sekolah untuk mencetak generasi yang punya “hati” dan empati tinggi.
Kepala SMPN 2 Bojonegoro, Suwarto, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan yang wajib dijaga konsistensinya.
Menurutnya, karakter tidak bisa diajarkan hanya di dalam kelas, tapi harus dipraktikkan langsung di lapangan.
“Kami ingin membiasakan warga sekolah agar gemar bersedekah. Goal-nya adalah menanamkan rasa empati dan peduli yang kuat dalam diri siswa melalui aksi nyata,” jelas Suwarto saat memantau pembagian di lokasi.
Kolaborasi Lintas Lini
Keberhasilan acara ini tak lepas dari “gotong royong” yang luar biasa.
Mulai dari guru, karyawan, komite sekolah, hingga paguyuban orang tua murid (paguma) bersatu padu mendukung secara materiil maupun tenaga.
Menariknya, para pengurus OSIS dilibatkan langsung sebagai garda terdepan. Mereka belajar berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai lapisan, merasakan langsung indahnya berbagi di tengah teriknya aspal kota.
Agar penyaluran tepat sasaran dan tidak memicu kemacetan parah, pihak sekolah membagi tim ke dalam tiga titik penting di wilayah perkotaan Bojonegoro yaitu, jalan Veteran (Depan RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo), depan Gedung SMPN 2 Bojonegoro, kawasan Bundaran Jetak.
Ketua Komite SMPN 2 Bojonegoro, M. Subiyanto, memberikan jempol atas inisiatif ini.
Ia menilai langkah sekolah sangat tepat dalam membangun sinergi positif antara lingkungan pendidikan dengan masyarakat luas.
Aksi ditutup dengan doa dan harapan agar semangat berbagi ini tidak berhenti di bulan Ramadan saja, melainkan menjadi gaya hidup bagi para siswa di masa depan. (aj)

























