Beranda Peristiwa Kronologi Anak Asal Sukabumi Yang Meninggal Dunia, Video di RS Viral

Kronologi Anak Asal Sukabumi Yang Meninggal Dunia, Video di RS Viral

IMG 20260221 WA0024

SUKABUMI – Media sosial diguncang kabar duka sekaligus dugaan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Seorang bocah laki-laki berinisial NS (12) asal Sukabumi meninggal dunia dan diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya sendiri.

Peristiwa ini menjadi viral setelah beredar video yang memperlihatkan NS terbaring lemah di ranjang rumah sakit RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi.

Dalam rekaman tersebut, ia ditanya siapa yang melakukan kekerasan terhadap dirinya.

Dengan suara lirih, NS menyebut kata “Mamah”.

Video itu memicu gelombang keprihatinan sekaligus kemarahan publik.

Ayah kandung korban, Anwar Satibi, mengaku mengetahui kondisi anaknya setelah mendapat telepon dari sang istri saat ia sedang bekerja di luar kota.

Menurut Anwar, sebelum berangkat kerja kondisi anaknya baik-baik saja.

“Pas saya pulang, kondisinya sudah sangat berbeda. Sebelumnya tidak ada luka seperti itu,” ujar Anwar saat ditemui di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi, Jumat (20/2/2026).

Ia mengaku mendapati kulit anaknya melepuh. Namun saat ditanya, sang istri menyebut luka tersebut akibat demam.

Fakta mengejutkan lainnya diungkap Anwar. Ia menyebut dugaan kekerasan bukan pertama kali terjadi.

Sekitar satu tahun lalu, dia pernah melaporkan istrinya ke pihak kepolisian di Sukabumi atas dugaan penganiayaan terhadap NS.

Namun laporan itu tidak dilanjutkan karena sang istri memohon maaf dan berjanji berubah.

“Saya sempat laporkan. Istri saya datang, memohon, sujud minta maaf. Akhirnya saya beri kesempatan,” ungkapnya.

Saat itu dibuat surat pernyataan dan rekaman video sebagai bentuk komitmen.

Namun laporan tersebut disebut belum sepenuhnya dicabut.

Kepala RS Bhayangkara Setukpa, Sukabumi, Kombes Pol dr. Carles Siagian, menjelaskan hasil pemeriksaan forensik awal terhadap jenazah NS.

Tim menemukan sejumlah luka bakar di beberapa bagian tubuh korban, di antaranya, area kaki kiri, punggung, wajah, termasuk bibir dan hidung.

“Ditemukan luka bakar di beberapa bagian anggota gerak dan wajah,” jelas dr. Carles.

Namun hingga kini, penyebab pasti kematian belum bisa disimpulkan.

Dari hasil autopsi sementara, luka bakar tersebut dinilai tidak secara langsung menyebabkan kematian.

Tim medis juga menemukan adanya pembengkakan pada jantung dan paru-paru korban.

“Organ sudah diperiksa dan sampel laboratorium dikirim ke Jakarta. Kami masih menunggu hasil untuk memastikan apakah ada faktor lain,” tambahnya.

Pihak kepolisian masih mendalami kasus ini untuk memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam kematian NS.

Dukungan terhadap proses autopsi juga datang dari sang ayah, yang berharap kebenaran segera terungkap.

Kasus ini kini menjadi perhatian luas masyarakat, sekaligus kembali membuka diskusi serius tentang perlindungan anak dan kekerasan dalam rumah tangga. (dpw)