LAMONGAN – Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah menjadi momentum memperkuat persaudaraan di Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan.
Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) ditegaskan melalui penandatanganan kesepakatan damai antara Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan sejumlah perguruan silat se-Kecamatan Sarirejo, Sabtu (21/2/2026), di Pendopo Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh perguruan silat, serta aparat keamanan.
Hadir pula Pgs. Danramil 0812/25 Sarirejo, Serma Dalil, dan Kapolsek Sarirejo AKP Sudiyanto, SH yang memimpin jalannya kegiatan.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi lintas perguruan di wilayah Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, demi memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026.
Dalam sambutannya, Serma Dalil menegaskan bahwa keberagaman perguruan silat di Sarirejo, Lamongan harus dipandang sebagai kekuatan bersama.
“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Justru keberagaman adalah modal sosial yang besar. Kuncinya komunikasi dan penyelesaian persoalan secara cepat di tingkat bawah agar tidak berkembang menjadi konflik,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Camat Sarirejo Abdul Hadi, SE., MM., bersama Kapolsek Sarirejo.
Mereka berharap komitmen damai tersebut benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan berhenti pada penandatanganan semata.
Dalam naskah kesepakatan yang ditandatangani bersama, terdapat beberapa komitmen utama, yaitu Perguruan silat siap berperan aktif membantu menjaga kamtibmas di wilayah Sarirejo, Lamongan.
Ketua ranting perguruan sepakat menggelar pertemuan berkala guna mempererat persaudaraan.
Setiap persoalan akan diselesaikan melalui dialog dan koordinasi, mengedepankan kedewasaan bersama.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua IPSI Kecamatan Sarirejo, Ahmad Thoha, bersama perwakilan sejumlah perguruan silat, di antaranya IKSPI Kera Sakti, Pagar Nusa, dan Persaudaraan Setia Hati Terate.
Kesepakatan ini menjadi simbol tekad bersama bahwa Ramadhan harus menjadi ruang memperkuat ukhuwah, menumbuhkan kedewasaan dalam bersikap, serta menjaga Sarirejo, Lamongan tetap damai hingga gema takbir Idul Fitri berkumandang.
Dengan komitmen tersebut, Sarirejo mengirim pesan tegas, persaudaraan lebih utama dari perbedaan. (as)

























