Beranda Infotaiment Motor Oleng di Baureno Karena Lubang, Ini Kondisi Jalan Nasional Bojonegoro

Motor Oleng di Baureno Karena Lubang, Ini Kondisi Jalan Nasional Bojonegoro

IMG 20260215 WA0021

BOJONEGORO – Kondisi jalan nasional penghubung Bojonegoro–Babat–Surabaya dikeluhkan sejumlah pengendara.

Tepatnya di Dusun Jambu, Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, ruas jalan tersebut dinilai membahayakan karena bergelombang dan licin, terutama setelah diguyur hujan.

Pantauan di lapangan, banyak pengendara roda dua terpaksa memperlambat laju kendaraan saat melintasi titik tersebut.

Permukaan aspal yang tidak rata serta tambalan yang dinilai kurang maksimal membuat sepeda motor mudah oleng.

Ahmad Fudin, pengendara asal Padangan yang melintas di lokasi, mengaku khawatir dengan kondisi jalan tersebut.

Ia menyebut sempat melihat seorang pengendara perempuan hampir terjatuh akibat jalan yang bergelombang dan basah.

“Tadi di depan saya ada pengendara perempuan hampir jatuh karena jalannya bergelombang dan licin. Apalagi tadi malam hujan, aspal jadi makin berbahaya. Saya sendiri terpaksa pelan-pelan,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Menurutnya, tambalan pada beberapa titik tidak rata sehingga memicu kendaraan kehilangan keseimbangan, khususnya bagi sepeda motor.

Kekhawatiran warga semakin besar mengingat momen Ramadan dan Lebaran semakin dekat.

Biasanya, jalur nasional Bojonegoro–Babat–Surabaya mengalami peningkatan volume kendaraan, terutama warga perantauan yang pulang kampung untuk berziarah atau mudik.

“Biasanya menjelang puasa banyak warga dari Surabaya pulang untuk nyekar ke makam orang tua di desa. Nanti saat Lebaran arus mudik dan balik pasti lebih ramai. Kalau kondisi jalannya seperti ini tentu rawan kecelakaan,” tambah Ahmad.

Dia berharap instansi terkait segera melakukan perbaikan menyeluruh agar tidak menunggu hingga terjadi korban jiwa.

Warga Minta Perbaikan Serius, Jangan Tunggu Korban
Pengendara berharap perbaikan dilakukan secara maksimal, bukan sekedar tambal sulam yang justru membuat permukaan jalan tidak rata.

Pencegahan dinilai jauh lebih penting dibanding penanganan setelah terjadi kecelakaan.

Ruas nasional ini merupakan jalur vital penghubung antar wilayah, sehingga aspek keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama.

Masyarakat Bojonegoro berharap ada perhatian khusus dari pihak terkait agar potensi kecelakaan bisa ditekan, terutama menjelang lonjakan arus kendaraan di bulan suci Ramadan dan Lebaran mendatang. (aj)