BOJONEGORO – Mesin organisasi PDI Perjuangan di Kabupaten Bojonegoro kembali dipanaskan.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Bojonegoro menuntaskan rapat pleno penjaringan bakal Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) di 28 kecamatan, sebagai langkah strategis memperkokoh barisan akar rumput jelang periode kepemimpinan mendatang.
Pleno yang digelar di Aula Kantor DPC PDI Perjuangan Bojonegoro itu dipimpin langsung Ketua DPC Bambang Sutriyono, didampingi Sekretaris DPC Doni Bayu Setiawan, serta diikuti jajaran pengurus lengkap.
Suasana rapat berlangsung dinamis, menandai keseriusan partai dalam menata struktur hingga level kecamatan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro Bambang Sutriyono menegaskan, seluruh tahapan penjaringan dijalankan secara transparan dan demokratis.
Setiap proses berpijak pada AD/ART partai serta Peraturan Partai (PP) Nomor 01 Tahun 2025.
“Ini bukan sekedar agenda rutin. Penjaringan ini menentukan arah perjuangan partai di tingkat kecamatan. Kami ingin memastikan PDI Perjuangan di Bojonegoro bergerak solid dan siap menang ke depan,” tegas Bambang, Jumat (13/2/2026).
Ia menambahkan, figur yang diusulkan harus memiliki keteguhan ideologi, kepekaan sosial, serta semangat gotong royong.
“Ketua PAC harus diterima masyarakat dan mampu menjadi penggerak di wilayahnya,” imbuhnya.
Sementara, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Bojonegoro Doni Bayu Setiawan memaparkan, penjaringan dilakukan melalui rapat PAC diperluas di seluruh kecamatan yang terbagi dalam enam daerah pemilihan.
Dari mekanisme tersebut, terjaring 398 nama bakal calon Ketua PAC. DPC kemudian menambahkan empat nama, sehingga total 402 nama masuk daftar penjaringan dari 28 kecamatan.
Seluruh berkas nama calon, lanjut Doni, segera dikirimkan ke DPD PDI Perjuangan Jawa Timur untuk tahapan lanjutan berupa penyaringan dan rekomendasi.
“Rangkaian konsolidasi ini kami harapkan mampu menyegarkan regenerasi kepemimpinan. Dengan struktur yang kian solid, PDI Perjuangan siap mengawal dan memperjuangkan program-program kerakyatan hingga tingkat kecamatan,” pungkas Doni. (aj)

























