BOJONEGORO – Museum Rajekwesi Bojonegoro menawarkan lebih dari sekadar deretan benda bersejarah. Berkunjung ke museum yang terletak di Jalan Pahlawan, tepat di selatan Alun-alun Bojonegoro, pengunjung diajak menikmati pengalaman belajar sejarah yang interaktif, ringan, dan menyenangkan.
Menariknya, museum ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya, sehingga cocok sebagai destinasi wisata edukasi untuk semua kalangan.
Fasilitas parkir tersedia di sisi kanan pintu masuk. Sejak tiba, pengunjung akan disambut petugas keamanan yang ramah dan sigap memberikan arahan alur kunjungan.
Untuk kenyamanan, pengunjung disarankan menanyakan jadwal kosong agar tidak berbarengan dengan rombongan besar.
Daya tarik Museum Rajekwesi sudah terasa sejak pintu depan.
Sebuah andong terpajang sebagai simbol alat transportasi tradisional masa lalu, sekaligus menjadi spot favorit untuk berfoto.
Rangkaian kunjungan dimulai dengan proses registrasi dan mengikuti akun Instagram serta TikTok Museum Rajekwesi Bojonegoro.
Setelah itu, pengunjung langsung diajak menyelami masa prasejarah di ruang pertama.
Beragam fosil hewan darat dan laut dipamerkan, mulai dari fosil gajah purba, tanduk rusa, tengkorak kuda nil, hingga fosil kerang dan gigi hiu.
Penataan koleksi dalam etalase kaca bening memudahkan pengunjung mengamati detail fosil, dilengkapi panel informasi yang edukatif.
Perjalanan waktu berlanjut ke ruang Hindu-Buddha. Di ruangan ini, pengunjung disuguhkan bukti kejayaan peradaban masa lampau, mulai dari artefak perdagangan global, gerabah kuno, hingga arca Dewa Siwa dan Ganesha.
Koleksi pusaka serta karya seni beraksara kuno yang tertata rapi mempertegas posisi strategis Bojonegoro dalam lintasan sejarah Nusantara.
Memasuki ruang etnografi, nuansa kehidupan masyarakat Bojonegoro semakin terasa.
Lesung padi berukuran panjang menjadi pusat perhatian, merepresentasikan budaya agraris yang mengakar kuat.
Di sekelilingnya, pengunjung dapat melihat alat musik tradisional, peralatan pertanian, hingga senjata tradisional sebagai simbol kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Petualangan sejarah berlanjut ke lantai dua, tepatnya di ruang keempat. Di sini terdapat seperangkat gamelan yang masih aktif digunakan untuk latihan.
Ruang pertunjukan wayang menjadi salah satu favorit pengunjung karena menampilkan berbagai jenis wayang lengkap dengan gamelannya.
Dengan pendampingan pemandu, wisatawan bahkan diberi kesempatan mencoba memainkan gamelan secara langsung.
Nuansa budaya semakin kental di ruang kelima yang menampilkan koleksi busana kesenian khas Bojonegoro.
Manekin dengan pakaian adat, busana pengantin, hingga kostum seni tradisional tersusun rapi.
Sebuah pelaminan sederhana di sudut ruangan menghadirkan suasana hangat layaknya prosesi mantenan Jawa.
Sebagai penutup, pengunjung diajak memasuki ruang imersif untuk menyaksikan film dokumenter sejarah Bojonegoro.
Tayangan visual ini menyajikan perjalanan panjang peradaban daerah secara lebih hidup dan mudah dipahami.
Usai menonton, pengunjung diarahkan menuju pintu keluar dengan melewati ruang rapat di dekat tangga.
Museum Rajekwesi Bojonegoro bukan hanya tempat menyimpan artefak, tetapi juga ruang belajar yang menghubungkan masa lalu dengan generasi masa kini.
Berada di pusat kota dan mudah diakses, museum ini menjadi pilihan tepat untuk wisata sejarah yang edukatif, inklusif, dan berkesan. (aj)

























