Beranda TNI/POLRI Bukan Razia, Polisi Kapas Bojonegoro Pilih Ngobrol Santai Jaga Keamanan Desa

Bukan Razia, Polisi Kapas Bojonegoro Pilih Ngobrol Santai Jaga Keamanan Desa

IMG 20260127 WA0027

BOJONEGORO – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus digencarkan jajaran Polsek Kapas, Polres Bojonegoro.

Tidak hanya menyasar jalan raya, patroli rutin kini juga menyentuh ruang-ruang interaksi warga, termasuk warung tempat berkumpulnya masyarakat Bojonegoro.

Seperti yang terlihat pada Selasa (27/1/2026), personel Polsek Kapas, Polres Bojonegoro, melaksanakan patroli dialogis di salah satu warung di Desa Kapas.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas setempat dengan pendekatan yang humanis dan penuh keakraban.

Dalam suasana santai, petugas menyapa sejumlah pemuda yang tengah bercengkerama.

Obrolan ringan pun terjalin, diselingi pesan-pesan kamtibmas yang disampaikan secara persuasif dan mudah dipahami.

Kapolsek Kapas, AKP Sudarsono, S.H., M.M., menjelaskan bahwa patroli dialogis menjadi strategi efektif untuk mencegah gangguan keamanan sejak dini.

“Kami ingin kehadiran polisi dirasakan sebagai sahabat masyarakat. Selain menyapa dan menanyakan kabar, kami juga mengingatkan agar para pemuda tetap beraktivitas secara positif dan menjauhi hal-hal yang melanggar hukum, seperti judi, miras, maupun konvoi yang berpotensi mengganggu ketertiban,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan langsung di titik-titik keramaian warga terbukti mampu membangun komunikasi dua arah.

Dengan demikian, potensi gangguan kamtibmas dapat ditekan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

AKP Sudarsono menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan policing berbasis komunitas, di mana kepolisian dan masyarakat berjalan beriringan menjaga kondusivitas wilayah.

“Keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi yang baik, sinergi itu bisa terbangun dengan kuat,” pungkasnya.

Respon positif pun datang dari para pemuda. Mereka menyambut baik kehadiran polisi yang dinilai tidak menggurui, melainkan mengajak berdiskusi.

“Kami merasa lebih dihargai karena diajak ngobrol secara santai. Jadi lebih sadar untuk menjaga sikap dan ikut menciptakan lingkungan yang aman,” kata Rudi, salah seorang pemuda yang berada di lokasi. (aj)