MEDIA CAHAYA BARU – Aktivitas seismik kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Pada Senin, 26 Januari 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat serangkaian gempa bumi yang mengguncang beberapa daerah, mulai dari Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, hingga Jawa Timur.
BMKG memastikan seluruh gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat tetap dihimbau untuk waspada dan mengikuti informasi resmi.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,1 mengguncang wilayah barat daya Borong, Nusa Tenggara Timur, pada pukul 07.15 WIB.
BMKG mencatat pusat gempa berada di koordinat 9,02 Lintang Selatan dan 120,41 Bujur Timur, atau sekitar 37 kilometer barat daya Borong, dengan kedalaman 20 kilometer.
Sebelumnya, gempa magnitudo 3,1 juga mengguncang wilayah timur laut Ende, Nusa Tenggara Timur, sekitar pukul 05.02 WIB.
Pusat gempa terdeteksi pada koordinat 8,33 LS dan 121,73 BT, berjarak 57 kilometer timur laut Ende, dengan kedalaman sangat dangkal yakni 2 kilometer.
Gempa dengan kekuatan paling besar hari ini terjadi di timur laut Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, dengan magnitudo 4,2 pada pukul 04.28 WIB.
BMKG mencatat pusat gempa berada di koordinat 0,44 LS dan 123,46 BT, atau sekitar 107 kilometer timur laut Banggai Kepulauan, dengan kedalaman 0 kilometer alias gempa sangat dangkal.
Wilayah Barat Laut Buton Utara, Sulawesi Tenggara, juga diguncang gempa bumi magnitudo 3,9 sekitar pukul 01.25 WIB.
Pusat gempa berada di koordinat 4,48 LS dan 122,93 BT, atau 39 kilometer barat laut Buton Utara, dengan kedalaman 3 kilometer.
BMKG mencatat gempa magnitudo 3,3 mengguncang wilayah barat laut Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, sekitar pukul 00.30 WIB.
Gempa ini berlokasi di 8,97 LS dan 124,16 BT, dengan jarak 72 kilometer barat laut Timor Tengah Utara dan kedalaman 47 kilometer.
Rangkaian gempa hari ini juga terasa di tenggara Kabupaten Blitar, Jawa Timur, sekitar pukul 00.17 WIB.
Gempa berkekuatan magnitudo 3,6 ini berpusat di 10,83 LS dan 112,24 BT, atau 299 kilometer tenggara Kabupaten Blitar, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG menegaskan bahwa informasi gempa yang dirilis bersifat sementara dan dapat mengalami pembaruan seiring kelengkapan data.
Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak panik, menghindari bangunan retak pascagempa, mengikuti informasi resmi dari BMKG, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. (Red)

























