BOJONEGORO — Pembangunan gapura perbatasan Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan yang rampung pada tahun 2023 langsung mencuri perhatian.
Gapura yang berdiri megah dan kokoh di jalur strategis ini menjadi penanda jelas bagi masyarakat yang melintas, sekaligus ikon baru di wilayah perbatasan Kabupaten Bojonegoro Lamongan.
Gapura tersebut berada di jalan raya Kedungadem–Sukorame, tepatnya di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.
Dengan desain yang mencolok, siapa pun yang melintas seolah dibuat menoleh dan ingin mengabadikannya.
Kini, warga Bojonegoro maupun pengguna jalan dari Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, dapat langsung mengetahui saat memasuki wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Begitu pula sebaliknya, gapura ini menjadi batas visual yang tegas antara dua daerah bertetangga tersebut.
Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, mengaku bangga dengan berdirinya gapura megah di wilayah yang dipimpinnya.
Menurutnya, keberadaan gapura ini bukan sekedar penanda wilayah, tetapi juga menunjukkan wajah kemajuan Bojonegoro di pintu masuk bagian tenggara.
“Sebagai masyarakat perbatasan, kami sangat bangga. Gapura ini menunjukkan bahwa Bojonegoro benar-benar mampu, setidaknya dari kemegahan pintu masuknya,” ujar Kusnadi, Minggu (25/01/2026).
Ia juga menyebutkan, gapura perbatasan tersebut kini tengah viral di media sosial. Banyak pengguna jalan, pegiat konten, hingga warga sekitar yang berhenti sejenak untuk berfoto maupun membuat video di lokasi tersebut.
Tak berhenti sampai di situ, Pemerintah Desa Kesongo berencana memaksimalkan kawasan sekitar gapura sebagai gerbang selatan Bojonegoro.
Lokasi ini dinilai strategis karena selain berbatasan langsung dengan Lamongan, jalur tersebut juga menjadi akses alternatif menuju Kabupaten Jombang.
“Ke depan, Pemdes Kesongo akan membangun berbagai fasilitas di sekitar pintu masuk Bojonegoro ini. Rencananya ada rest area dan fasilitas publik lainnya yang akan dibangun di atas tanah kas desa,” jelas Kusnadi.
Saat ini, di sekitar gapura sudah tersedia taman yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Taman tersebut kerap dimanfaatkan pengguna jalan untuk beristirahat sejenak sambil menikmati pemandangan gapura.
“Masyarakat yang melintas bisa berhenti, bersantai di taman, sekaligus menikmati kemegahan gapura. Ke depan, taman akan kami perluas dan dilengkapi fasilitas tambahan, seperti wahana permainan atau bahkan kolam renang,” pungkasnya. (aj)

























