Beranda Infotaiment Kwarcab Bojonegoro Buka Gelang Ajar, Soroti Anak Tidak Sekolah

Kwarcab Bojonegoro Buka Gelang Ajar, Soroti Anak Tidak Sekolah

IMG 20260124 WA0024

BOJONEGORO — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bojonegoro resmi membuka kegiatan Gelang Ajar Pembina Pramuka Koordinator Wilayah (Korwil) Timur Tahun 2026, Jumat sore (23/01/2026).

Kegiatan ini digelar di Gedung Olahraga (GOR) Desa Karangdinoyo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro dan menjadi momentum penting penguatan peran Pramuka dalam pembangunan daerah.

Mengusung tema “Ikhlas Bakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana”, pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Bojonegoro, Kak Nurul Azizah, yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian Gelang Ajar Kwarcab Bojonegoro Tahun 2026.

Sebanyak 335 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari pembina Pramuka, Pramuka Siaga, dan Pramuka Penggalang dari tujuh kecamatan wilayah timur Bojonegoro, yakni Sumberrejo, Kepohbaru, Kedungadem, Baureno, Sugihwaras, Balen, dan Kanor.

Dalam sambutannya, Kak Nurul Azizah menegaskan bahwa Gerakan Pramuka bukan sekedar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan kekuatan strategis dalam membangun sumber daya manusia (SDM) dan mendukung agenda pembangunan Kabupaten Bojonegoro.

“Pramuka memiliki peran nyata dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penguatan ketahanan pangan, hingga upaya penurunan angka stunting. Ini harus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Bojonegoro masih menghadapi sejumlah tantangan besar yang memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk Gerakan Pramuka.

“PR kita masih banyak, mulai dari penurunan angka kemiskinan, peningkatan IPM, pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran, hingga penguatan konektivitas antarwilayah. Pramuka harus hadir sebagai bagian dari solusi,” ujarnya.

Di bidang pendidikan, Kak Nurul Azizah menyoroti masih tingginya angka anak yang belum mengenyam pendidikan formal di Bojonegoro.

“Pada tahun 2025, tercatat masih ada 4.123 anak yang tidak bersekolah, baik karena putus sekolah maupun belum pernah sekolah. Gugus depan Pramuka diharapkan ikut berperan aktif dalam pendampingan,” jelasnya.

Sementara pada sektor kesehatan, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menuntaskan kasus Tuberkulosis (TBC) pada tahun 2026.

“Pengobatan TBC harus tuntas selama enam bulan. Kami meminta seluruh Puskesmas dan tenaga kesehatan berkomitmen penuh, serta masyarakat segera melapor jika mengalami gejala,” katanya.

Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga terus mendorong pemerataan akses listrik.

Berdasarkan data terbaru, masih terdapat 771 rumah tangga yang belum teraliri listrik, dan masyarakat diminta aktif melaporkan kondisi tersebut agar segera ditindaklanjuti.

Dalam upaya menekan angka kemiskinan, Pemkab Bojonegoro menerapkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEn).

Salah satu langkahnya adalah pemasangan stiker pada rumah penerima bantuan sosial untuk menjamin transparansi dan ketepatan sasaran.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Gelang Ajar, yang juga Kwaran Sumberrejo, Kak Sumaryanto, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pembina Pramuka di wilayah timur Bojonegoro.

“Gelang Ajar bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan para pembina, sekaligus menyamakan pola pembinaan kepramukaan di Korwil Timur Kwarcab Bojonegoro,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dengan selesainya rangkaian pembukaan, Gelang Ajar Pembina Pramuka Korwil Timur Tahun 2026 resmi dimulai. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan kapasitas pembina, mempererat kebersamaan, serta melahirkan generasi muda Bojonegoro yang berkarakter kuat, mandiri, dan berdaya saing. (aj)