JAKARTA — Kongres V Partai Buruh yang berlangsung di Jakarta pada 18–22 Januari 2026 menjadi tonggak penting bagi penguatan arah perjuangan politik kelas pekerja di Indonesia.
Agenda nasional ini bukan sekedar forum organisasi, melainkan ruang konsolidasi strategis bagi gerakan buruh untuk mempertegas peran politiknya dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan keadilan sosial.
Dalam rangkaian kegiatan Kongres tersebut, Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (FARKES) KSPI tampil aktif dan menegaskan komitmennya sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah berdirinya Partai Buruh.
Kehadiran FARKES KSPI sekaligus meneguhkan posisinya sebagai salah satu inisiator yang konsisten mengawal perjuangan politik buruh dari dalam partai.
Presiden FARKES KSPI, Idris Idham, menegaskan bahwa keterlibatan FARKES dalam Kongres V Partai Buruh merupakan wujud tanggung jawab ideologis dan historis serikat pekerja.
Menurutnya, Partai Buruh lahir dari rahim perjuangan serikat-serikat buruh dan harus tetap setia menjadi alat politik kelas pekerja.
“Partai Buruh bukan sekadar kendaraan politik, tetapi instrumen perjuangan kolektif buruh dan rakyat pekerja. FARKES KSPI memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan partai ini tetap berpihak, konsisten, dan berani memperjuangkan kepentingan buruh,” tegas Idris Idham.
Ia menambahkan, tantangan ketenagakerjaan ke depan semakin kompleks, mulai dari persoalan upah layak, jaminan sosial, perlindungan tenaga kerja, hingga ketimpangan ekonomi.
Oleh karena itu, Partai Buruh dituntut untuk terus memperkuat militansi kader, soliditas organisasi, serta keberpihakan nyata terhadap isu-isu strategis yang menyentuh kehidupan buruh secara langsung.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal FARKES KSPI, Siswo Darsono, menilai Kongres V Partai Buruh sebagai momentum krusial untuk menegaskan arah politik buruh ke depan.
Dia menekankan bahwa kongres ini harus mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang memperkuat posisi buruh dalam sistem demokrasi nasional.
“Kongres ini bukan sekadar rutinitas lima tahunan, tetapi ruang konsolidasi perjuangan. Partai Buruh harus terus menjadi suara kolektif kelas pekerja. FARKES KSPI berkomitmen tetap berada di barisan terdepan bersama Partai Buruh dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan dan demokrasi,” ujar Siswo.
Dalam kesempatan tersebut, FARKES KSPI juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Said Iqbal dan Ferri Nuzarli yang kembali dipercaya memimpin Partai Buruh sebagai Presiden dan Sekretaris Jenderal periode 2026–2031.
Kepemimpinan ini diharapkan mampu memperkuat persatuan internal partai sekaligus meningkatkan keberanian dan militansi dalam memperjuangkan aspirasi buruh Indonesia.
Ke depan, FARKES KSPI menegaskan akan terus berperan aktif memperkuat Partai Buruh sebagai alat perjuangan politik buruh dan rakyat pekerja.
Komitmen ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang lebih adil, demokratis, serta menjamin kesejahteraan bagi seluruh pekerja. (dpw)

























