LAMONGAN – Kesigapan TNI dalam merespons bencana kembali terlihat di wilayah Kabupaten Lamongan.
Menghadapi luapan Kali Moropelang akibat cuaca ekstrem, Koramil Babat, Kodim Lamongan, bergerak cepat menggelar Karya Bhakti bersama warga dan lintas instansi, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danramil 0812/10 Babat, Kapten Czi Slamet, yang turun ke lapangan bersama Babinsa, unsur Forkopimcam Babat, Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten Lamongan, Pemerintah Desa Moropelang, petugas kesehatan dari Puskesmas, serta masyarakat setempat.
Aksi gotong royong ini difokuskan pada wilayah terdampak luapan Kali Moropelang yang merendam permukiman dan lahan pertanian warga.
Luapan air terjadi akibat curah hujan tinggi disertai angin kencang yang melanda kawasan Babat dan sekitarnya sejak Senin (19/1/2026).
Tak hanya itu, kondisi semakin diperparah dengan debit air kiriman dari wilayah selatan, terutama dari Kecamatan Kedungpring dan Sugio.
Puncak luapan terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 05.00 WIB, ketika air sungai meluap dan masuk ke kawasan pemukiman Desa Moropelang.
Menyikapi situasi darurat tersebut, Koramil Babat segera mengerahkan personel untuk melakukan penanganan awal.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pembenahan dan penguatan tanggul darurat secara swadaya guna menahan laju air agar tidak semakin meluas.
“Fokus utama kami saat ini adalah memperkuat tanggul sementara bersama warga, agar luapan air tidak meluas dan mengancam keselamatan rumah penduduk,” ujar Kapten Czi Slamet di sela kegiatan.
Ia menegaskan, keberhasilan penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat.
“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan melaporkan perkembangan situasi secara berkala kepada pimpinan. Dengan begitu, langkah penanganan lanjutan bisa segera dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan,” tegasnya.
Karya Bhakti ini bukan sekadar upaya teknis menanggulangi bencana, namun juga menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta komitmen bersama dalam menjaga keselamatan warga dan ketahanan wilayah di tengah ancaman cuaca ekstrem. (as)
























