Beranda TNI/POLRI Bantuan Sembako Mengalir ke Warga Terdampak Banjir Karangbinangun Lamongan

Bantuan Sembako Mengalir ke Warga Terdampak Banjir Karangbinangun Lamongan

IMG 20260112 WA0011

LAMONGAN – Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh Koramil 0812/20 Karangbinangun bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan.

Pada Senin (12/01/2026), personel TNI turun langsung menyalurkan bantuan sembako kepada warga Desa Ketapangtelu, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan yang terdampak banjir.

Dipimpin langsung oleh Pj Danramil Karangbinangun, Peltu Teguh, jajaran Koramil bergerak cepat merespon kondisi warga yang aktivitas ekonominya terganggu akibat genangan air yang masih merendam kawasan permukiman dalam beberapa hari terakhir.

Bantuan yang diberikan menjadi bentuk kehadiran nyata TNI dan pemerintah daerah di tengah masyarakat saat menghadapi situasi darurat.

Menurut Peltu Teguh, penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Kami bersama pemerintah daerah hadir langsung untuk memastikan bantuan sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Meski bantuan ini sederhana, semoga bisa membantu meringankan kebutuhan masyarakat,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Proses distribusi bantuan dilakukan secara tertib dan terukur.

Petugas menyalurkan sembako melalui sistem door to door serta di sejumlah titik kumpul, guna menghindari penumpukan massa dan memastikan bantuan diterima secara merata.

Paket sembako yang dibagikan berisi beras, minyak goreng, mi instan, serta sejumlah kebutuhan dasar lainnya yang dibutuhkan warga selama masa banjir.

Pemerintah Desa Ketapangtelu mengapresiasi langkah cepat Koramil Karangbinangun dan Pemda Lamongan yang dinilai sigap merespon kondisi di lapangan.

Bagi masyarakat, bantuan tersebut tidak hanya membantu secara materiil, tetapi juga memberikan rasa aman dan semangat di tengah situasi bencana.

Selain menyalurkan bantuan, Peltu Teguh juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi.

Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan guna mencegah munculnya penyakit pascabanjir. (as)