Beranda Daerah Dari Bojonegoro, Semangat Ibu dan Bela Negara Digaungkan Bersama

Dari Bojonegoro, Semangat Ibu dan Bela Negara Digaungkan Bersama

IMG 20251223 WA0007

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar upacara peringatan Hari Ibu ke-97 sekaligus Hari Bela Negara ke-77 dengan penuh khidmat di halaman depan Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Senin (22/12/2025).

Dua peringatan nasional ini dipadukan sebagai momentum refleksi kebangsaan sekaligus penguatan nilai persatuan dan karakter bangsa.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa Hari Ibu dan Hari Bela Negara memiliki makna yang saling melengkapi.

Keduanya merepresentasikan kekuatan sejarah, peran keluarga, dan semangat kebangsaan dalam membangun Indonesia yang berdaulat, berkarakter, dan berkeadilan.

Menurut Bupati, perempuan khususnya para ibu memegang peran kunci dalam perjalanan bangsa.

Dari lingkungan keluarga, ibu menjadi fondasi utama lahirnya generasi yang berakhlak, berdaya saing, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.

“Bangsa ini tidak akan berdiri kokoh tanpa peran perempuan. Dari rahim dan didikan ibu lahir generasi yang berkarakter, bermoral, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” ujar Bupati Setyo Wahono.

Ia menekankan bahwa perjuangan perempuan tidak sebatas tuntutan kesetaraan, tetapi juga menyangkut peran strategis dalam menanamkan nilai moral, sosial, dan nasionalisme, tanpa meninggalkan kodratnya sebagai perempuan.

Ibu berperan sebagai penguat keluarga, penggerak ekonomi, sekaligus penopang ketahanan sosial masyarakat.

Sejalan dengan itu, Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”.

Tema ini menjadi penegasan komitmen bersama untuk terus membuka ruang dan kesempatan bagi perempuan agar aktif berkontribusi dalam pembangunan di berbagai sektor.

Pada kesempatan yang sama, Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 mengangkat tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”.

Bupati menjelaskan bahwa bela negara merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Bela negara tidak hanya soal angkat senjata, tetapi juga tercermin dalam sikap sehari-hari menjaga persatuan, menaati hukum, bekerja jujur, dan berkontribusi sesuai peran masing-masing,” tegasnya.

Di tengah tantangan global yang semakin dinamis, Bupati menilai bahwa penguatan semangat bela negara harus dimulai sejak dini, terutama kepada generasi muda.

Nasionalisme, kepedulian terhadap bangsa, serta kesiapan menghadapi perubahan zaman menjadi kunci utama menuju Indonesia yang maju dan berdaulat.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, lanjutnya, terus menanamkan nilai-nilai bela negara melalui pembinaan aparatur serta pemberdayaan masyarakat.

Penguatan peran keluarga juga menjadi fokus penting sebagai pondasi utama dalam menjaga persatuan dan ketahanan bangsa.

Dengan menyatunya semangat Hari Ibu dan Hari Bela Negara, Pemkab Bojonegoro berharap nilai keteladanan perempuan, kekuatan keluarga, serta jiwa bela negara semakin tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat.

Dari keluarga hingga generasi muda, seluruh elemen masyarakat diharapkan bergerak bersama, memperkuat persatuan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa.

Dari Bojonegoro, langkah-langkah kecil yang dilakukan secara kolektif diyakini akan menjadi energi besar menuju Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkeadilan, sejalan dengan visi Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan. (aj)