JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali mencatat jejak penting dalam upaya pengembangan geopark nasional. Pada gelaran Indonesia’s Geopark Leader Forum 2025 bertema “Building Knowledge for Indonesia’s Geopark Development” yang digelar Rabu (3/12/2025) di Jakarta, Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam membawa Geopark Nasional Bojonegoro menuju panggung dunia.
Dalam forum tersebut diumumkan kabar menggembirakan bahwa Geopark Nasional Ranah Minang Silokek dan Geopark Nasional Bojonegoro resmi lolos tahap dossier dan ditetapkan sebagai kandidat Indonesia menuju UNESCO Global Geopark (UGGp).
Prestasi ini sekaligus menempatkan Indonesia sebagai negara dengan geopark terbanyak ketiga di dunia.
Mengusung tema besar “The Unique Petroleum System on Land”, Bojonegoro menonjolkan kekayaan alam serta sejarah geologinya.
Geopark Nasional Bojonegoro sendiri memiliki 16 geosite, 3 biosite, dan 8 cultural site yang kaya nilai ilmiah, ekologis, dan budaya.
Beberapa geosite unggulan meliputi Petroleum Wonocolo, Kayangan Api, Kedung Lantung, hingga Antiklin. Pada kategori biosite terdapat Agrowisata Belimbing, Penangkaran Rusa Malo, serta kawasan Hutan Jati.
Sementara itu, cultural site unggulan antara lain Kampung Samin, Wayang Thengul, Tari Thengul, hingga seni tradisi Tayub.
Pada Juni lalu, Tim Verifikasi Geopark Nasional (VGN) telah melakukan verifikasi lapangan sekaligus penyusunan dossier sebagai langkah penguatan menuju UGGp.
Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, menegaskan bahwa kepala daerah yang mampu menjaga dan mengembangkan geopark patut berbangga, karena geopark merupakan pintu bagi daerah untuk dikenal dunia.
“Tidak semua kepala daerah punya konsen geopark,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy, menekankan peran geopark dalam visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, geopark merupakan warisan alam sekaligus budaya yang harus dijaga lintas generasi.
Ia juga menekankan bahwa terdapat 229 UGGp di 50 negara, dan setiap geopark membutuhkan peningkatan kualitas berkelanjutan.
“Kepala daerah adalah stakeholder kunci dalam membangun geopark. Komitmen mereka menentukan kemajuan geopark nasional,” tegasnya. (aj)
























