BOJONEGORO — Semangat kemanusiaan kembali ditunjukkan Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Bojonegoro, Pusat Madiun. Pada Jumat malam (21/11/2025), puluhan anggota SH Terate Ranting Kota memenuhi Padepokan SH Terate di Jalan Kolonel Sugiono No. 87 untuk mengikuti kegiatan donor darah rutin.
Sekitar 90 pendonor hadir dalam kegiatan ini, mulai dari siswa reguler, siswa privat, pelatih, Tim Humas SH Terate Plat S, hingga warga SH Terate yang turut berpartisipasi.
Ketua SH Terate Ranting Kota, Tri Wahyu Utomo, menyampaikan bahwa donor darah merupakan program bakti sosial yang digelar bergilir di seluruh ranting dalam kurun waktu setiap dua hingga tiga bulan sekali.
“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar. Selain membantu memenuhi kebutuhan stok darah, ini juga mengajarkan nilai kemanusiaan kepada adik-adik warga,” ujar lelaki yang akrab disapa Kangmas Utomo tersebut.
Ia menegaskan, donor darah adalah bentuk sedekah yang tidak hanya memberi manfaat bagi orang lain, tetapi juga menyehatkan tubuh pendonor.
“Satu tetes darah kita bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Itu sangat mulia,” tambahnya.
Koordinator kegiatan donor darah SH Terate Cabang Bojonegoro, Djamari, menuturkan bahwa program sosial ini sudah berjalan sejak lama dan kini konsisten dilakukan dua bulan sekali di seluruh ranting.
“Minggu lalu di Ranting Kasiman, setelah ini bergilir ke ranting lain. Semoga kegiatan mulia ini terus berjalan,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan implementasi ajaran SH Terate mengenai persaudaraan, kepedulian, dan saling tolong-menolong.
“Rumah sakit di Bojonegoro juga melayani pasien dari luar daerah seperti Nganjuk, Tuban, Lamongan, hingga Blora. Jadi pastinya ini sangat bermanfaat,” tambahnya.
Perwakilan PMI Cabang Bojonegoro, Ferry Suryani, mengaku senang dengan antusiasme warga SH Terate.
Dia menyebut PMI menurunkan 10 tenaga medis dalam kegiatan ini, karena tingginya jumlah peserta yang ingin mendonorkan darah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kangmas Wahyu Subakdiono selaku Ketua Cabang dan para ketua ranting yang selalu mendukung kegiatan ini,” ujar Ferry.
Di sisi lain, Dokter Alan Pradana turut memberikan edukasi kepada peserta. “Donor darah aman, tidak berbahaya. Justru tubuh terasa lebih segar karena sirkulasi darah menjadi lebih baik,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa SH Terate tidak hanya fokus pada latihan pencak silat, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Semangat para siswa, pelatih, dan warga dalam mengikuti donor darah menunjukkan bahwa budaya gotong royong dan solidaritas terus hidup di lingkungan SH Terate Cabang Bojonegoro. (aj)
























