BOJONEGORO – STIKes Rajekwesi Bojonegoro menggelar Wisuda dan Pelantikan Diploma, Sarjana, serta Profesi Tahun Akademik 2025.
Sebanyak 137 lulusan dari tujuh program studi resmi dikukuhkan dan diambil sumpahnya pada prosesi yang berlangsung khidmat, Senin (17/11/2025).
Acara besar ini dilaksanakan di Jalan Veteran No. 84 Jambean Sukorejo, Bojonegoro, menghadirkan keluarga wisudawan serta tamu kehormatan dari pemerintah daerah, rumah sakit, organisasi profesi, hingga tokoh pendidikan.
Momentum kali ini menjadi sangat spesial karena menandai sejarah perjalanan akademik kampus. Pasalnya, STIKes Rajekwesi menggelar, Wisuda ke-30 Program D3 Keperawatan, Wisuda ke-4 Program D3 Teknologi Bank Darah (TBD), Wisuda ke-2 Program Sarjana Keperawatan, Wisuda pertama Pendidikan Profesi Ners, Wisuda ke-2 Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan, Wisuda pertama Program Sarjana Farmasi.
Para lulusan tersebut memperoleh gelar A.Md.Kep, A.Md.Kes, S.Kep, Ners, S.Keb, Bd, dan S.Farm sesuai program masing-masing.
Sidang senat terbuka dipimpin langsung oleh Ketua STIKes Rajekwesi, Evita Musmilah I.P., S.Kep.,Ns., M.Kep. Hadir pula, Pembina YPKRB Drs. H. Imam Supardi, Ketua Yayasan AKBP (Purn) Ir. Budi Jatmiko, S.H beserta jajaran, Wakil Bupati Bojonegoro Dra. Hj. Nurul Azizah, M.M., Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Direktur rumah sakit daerah dan swasta, PPNI, IBI, PTPDI, dan IAI Cabang Bojonegoro, Ketua DPW PPNI Jatim Prof. Dr. Nursalam M. Nurs (Hons), Wakil Ketua IV DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni, S.Kep.,Ns, Anggota DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto dan Didik Trisetyo Purnomo.
Kehadiran tokoh-tokoh besar tersebut menjadikan wisuda tahun ini terasa semakin prestisius.
Dalam laporannya, Ketua STIKes menegaskan bahwa kampus telah melahirkan banyak lulusan unggul yang berdaya saing. Bahkan, sejumlah alumni kini sukses berkarier di bidang non kesehatan, termasuk menjadi anggota DPRD, sebuah bukti kualitas lulusan STIKes Rajekwesi.
“Wisuda bukan hanya akhir perjalanan, melainkan gerbang awal untuk mengabdi,” tegasnya.
Pengambilan sumpah profesi dipimpin oleh perwakilan masing-masing organisasi profesi, disaksikan rohaniawan H. Sun’an Mubarok, S.Pd.I., M.M.
Momen ini menjadi titik penting bagi para lulusan yang bersiap memasuki dunia kerja sebagai tenaga kesehatan profesional.
Wakil Bupati Nurul Azizah menegaskan bahwa, peningkatan kualitas SDM kesehatan sangat penting menyambut Generasi Emas 2045. Ia berharap para wisudawan dapat menjadi motor perubahan dan garda terdepan pelayanan kesehatan di Bojonegoro dan Indonesia.
Pembina Yayasan Drs. H. Imam Supardi mengingatkan bahwa tantangan profesi kesehatan semakin kompleks. Karena itu, lulusan harus terus belajar dan menjaga integritas.
Ketua DPW PPNI Jatim, Prof. Dr. Nursalam memberikan pesan inspiratif. “Tidak ada orang yang benar-benar kuat. Yang ada hanyalah mereka yang mampu beradaptasi, berkreasi, dan terus berkembang.”
Perwakilan Wisudawan sampaikan pesan mengharukan, Mirna Nurmalasari, lulusan S1 Kebidanan, menyampaikan pidato yang menyentuh hati. Ia menegaskan bahwa kelulusan bukan soal siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling gigih bertahan hingga akhir.
“Perjuangan ini adalah bukti cinta, doa, dan kesabaran seorang ibu,” ujarnya sambil mendapat aplaus panjang dari hadirin.
YPKRB dan Bank BRI memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik:
D3 Keperawatan: Nadya Eka Wulandari
D3 TBD: Sherly Damara
S1 Keperawatan: Puteri Ayu Nurhaliza
Profesi Ners: Eka Agustina Prianti
S1 Farmasi: Ochtafia Nadila Putri
S1 Kebidanan: Metha Marliana
Profesi Bidan: Iis Mawati
Penghargaan ini menjadi apresiasi atas dedikasi dan perjuangan para mahasiswa selama menempuh pendidikan.
Rangkaian wisuda ditutup dengan persembahan lagu, penampilan paduan suara, serta tarian khas Bojonegoro. Wisudawan juga memberikan sumbangan alumni sebesar Rp20.550.000 kepada STIKes Rajekwesi sebagai bentuk cinta almamater. (aj)

























